Showing posts with label Drama Thailand. Show all posts
Showing posts with label Drama Thailand. Show all posts

Sinopsis Lengkap Angel Beside Me (Drama Thailand)

Sinopsis Lengkap Angel Beside Me

Sumber konten dan gambar : GMM TV

Drama Thailand ini merupakan adaptasi dari drama Korea Angel Last Mission : Love. Bedanya di drakor pemeran utamanya adalah gadis kaya yang kehilangan penglihatan dan impiannya, sedangkan di Angel Beside Me justru kebalikannya. Lin, yang diperankan oleh aktris cantik Jane Ramida Jiranorraphat, diceritakan sebagai seorang gadis miskin yang tinggal di sebuah kontrakan yang sempit. Dia sudah menderita sejak kecil. Ketika beranjak dewasa, Lin harus memenuhi kehidupan hidup dan sekolahnya sendiri.

Suatu hari, Lin merasa tidak sanggup lagi menahan beban hidup yang begitu berat. Dia menyalahkan dewa yang tidak pernah mengabulkan harapannya. Lin pun berniat mengakhiri hidupnya.

Mikael Lasaladon Akisna Ares, adalah malaikat paling tampan yang bertugas 'menyortir' dan mengabulkan harapan manusia. Di singgasananya, dia melihat Lin yang memprotes dirinya dan berniat mengakhiri hidup.

Untuk mencegah niat Lin, Mikael turun ke bumi. Akibatnya dia kehilangan kekuatannya. Karena tidak punya apa-apa dan siapa-siapa, Mikael yang berhasil membuat Lin membatalkan niatnya, dia terpaksa hidup bersama Lin.

Hubungan seorang anak manusia dan sesosok malaikat tampan itu diliputi berbagai cerita lucu dan menarik. Lin harus mengajari Mikael tentang kehidupan manusia. Perlahan, cinta pun muncul di antara keduanya.

Berikut sinopsis lengkapnya :

Episode 1 : Part 1 | Part 2 | Part 3
Episode 2 : harap ditunggu yaaaa
Read More

Angel Beside Me Episode 1 Part 3

Angel Beside Me
Episode 1 Part 3

Sumber konten dan gambar : GMM TV
Read More

Angel Beside Me Episode 1 Part 2

Angel Beside Me
Episode 1 Part 2

Sumber konten dan gambar : GMM TV
Read More

Angel Beside Me ( Episode 1 Part 1 )

Angel Beside Me 
Sumber konten dan gambar : GMM TV


Annyeong Chingu!!!! Welcome to my blog! Setelah sekian lama hibernasi akhirnya admin comeback lagi nih di dunia persinopsisan dan perdramaan :) Ada yang kangen nggak sama tulisan aku? Nggak ya :'(

Sebenernya pengen ngerecap drama korea sih, tapi belom ada yang nyantol di hati. Jadi buat nemenin readers 'stay at home', admin kasih nih drama fantacy romance dari negeri seribu pagoda alias Thailand. Semoga kalian enjoy ya bacanya :)

Episode 1

"Bangkok. Kota yang tidak pernah tidur. Ini adalah tanah penuh warna, senyum, kebahagiaan, dan harapan. Orang menyebutnya kota malaikat. Betul. Tidak hanya manusia yang tinggal di sini. Kami tinggal di sini juga. Kita adalah malaikat. Sejumlah malaikat datang ke bumi dan melakukan tugas mereka."



Beberapa ada di sini untuk melindungi manusia.



Beberapa ada di sini untuk membuat manusia jatuh cinta.


Beberapa ada di sini untuk menjaga manusia tetap aman meskipun mereka tampaknya tidak bisa di percaya.

Tapi semua malaikat ini akan dipanggil kembali ke surga karena ada perayaan akbar yang mendatangi mereka.





MINISTRY OF ANGEL

Di sebuah ruangan putih bersih, seorang malaikat, Malaikat Mikael (nantinya akan kita panggil Somchai), sedang memandangi dirinya di cermin. Lalu seseorang masuk dan memuji ketampanannya. Dia juga menyebut Mikael sebagai malaikat terkeren di surga. 

"Kamu bukan orang pertama yang mengatakan itu," sahut Mikael dengan bangganya. "Ngomong-ngomong, manusia tidak mengatakan kata-kata kuno itu lagi di bumi. Mereka mengatakan hot, sangat menonjol, dia sangat seksi, dan itu menyakitkan (saking tampannya)."

Si malaikat mengingatkan kalau Mikael harus menyambut tamu istimewa hari ini. Apa dia bersemangat?

Dengan dingin Mikael menjawab tidak. Kegembiraan tidak pernah ada dalam kamusnya.

***



Mikael dan para malaikat menyambut kedatangan sang Penguasa Malaikat. Semuanya menunduk memberi hormat. 

"Lama tidak bertemu," sapa Penguasa Surga. "Cukup aneh karena tidak bisa melihat malaikat memakai tiara dan pakaian kuno lagi. Jika itu jamanku, semua malaikat akan menari."

"Waktu berlalu dan surga berubah. Ini adalah era baru," sahut Mikael. Dia lalu menjelaskan banyaknya departemen dan malaikat yang bertugas di sana.

Penguasa surga dan Mikael ngobrol sambil berkeliling. Penguasa surga membahas Departemen Harapan yang ada di bawah pengawasan Mikael yang merupakan departemen tersibuk saat ini. Dia bertanya bagaimana Mikael memutuskan siapa yang berhak dikabulkan harapannya dan siapa yang tidak.

"Poin pantas, Tuan," jawab Mikael.



Melihat penguasa surga yang bingung dengan jawabannya, Mikael mengajaknya masuk ke sebuah ruangan dimana di dalamnya ada sebuah monitor besar dan dua orang malaikat yang bertugas.

Penguasa surga mendekati layar monitor yang menampilkan manusia-manusia yang sedang membuat permohonan. Dia menekan tombol play di tengah layar. Tiba-tiba terdengar suara-suara para manusia yang sedang memohon. Suara mereka sangat keras hingga membuat Penguasa Surga kaget lalu menutup telinganya. Dia buru-buru menekan tombol pause lalu mengeluh kalau telinganya hampir saja tuli. 

Mikael menjelaskan kalau di sana adalah Ruangan Permohonan. Mereka menggunakannya untuk menyaring keinginan para manusia. Ketika manusia meminta sesuatu, keinginan mereka akan di kirim ke sana. Mikael lalu menunjuk dua malaikat yang bertugas. Merekalah yang memeriksa apakah manusia memiliki poin prestasi yang di cukup untuk diberikan (dikabulkan permohonannya).

"Dalam kasus beberapa kasus sulit yang tidak bisa mereka putuskan, keinginan mereka akan meningkat ke malaikat yang paling mengerti manusia. Nama malaikat itu adalah Mikael Lasaladon Akesna Ares, aku sendiri," ucap Mikael dengan sombongnya. 

Terlihat di layar seorang pria yang sedang berdoa memohon agar dia bisa memenangkan lotre. Tapi sayang dia gagal. Di tempat lain, ada seseorang yang sedang bingung mau parkir mobil dimana karena tempat parkirnya penuh. Mikael dengan murah hati membantu orang tersebut mendapatkan tempat parkir. Orang itu pun tersenyum senang. Mikael mengaku suka melihat senyum indah saat manusia bahagia.

Penguasa surga memuji Mikael yang baik hati. Dia harus memberi Mikael sesuatu karena sudah bekerja keras membuat manusia bahagia.

"Sebenarnya surga sudah banyak berubah. Aku sudah menjadi Dewa Malaikat begitu lama. Aku merasa aku sudah tidak bisa lagi. Harus ada seseorang yang meningkatkan dan melanjutkan tugasku. Mikael Lasadon Akesna Ares. Aku ingin kamu yang mengambil peran memerintah surga setelahku. Kamu akan memiliki kekuatan mengendalikan setiap departemen di surga. Kamu akan memerintah langit dan bumi, dan memastikan semua orang hidup dengan damai. Kamu akan memiliki gelar terbesar setelah aku pensiun, The Lord of Angel (Penguasa Surga)."


Penguasa Surga memberi Mikael sebuah cincin. Dia mengatakan kalau upacara pelantikan akan diadakan malam ini dan akan dihadiri seluruh malaikat dan makhluk hidup si surga. Melihat wajah Mikael yang datar-datar saja, Penguasa Surga bertanya apa Mikael tidak bahagia?



"Malaikat yang baik tidak seharusnya menunjukkan perasaannya," jawab Mikael dengan datar. Tapi begitu dia kembali ke ruangannya, dia langsung tersenyum lebar sambil memandangi cincin di jari telunjuknya. Dia berputar-putar beberapa kali sebelum akhirnya mendaratkan diri di kursi kerjanya. 



Sedang asik memandangi cincin barunya, tiba-tiba Mikael dikagetkan dengan seruan seorang wanita dari layar monitor yang ada di depannya.

"Kau! Malaikat Sial!!!" Ucap seorang wanita. Dialah Linrada. "Kenapa harapanku tidak pernah terwujud? Aku lelah. Aku payah! Aku sangat lelah."

"Kamu itu ngomong apa, gadis manusia?"





Mikael lalu memutar masa lalu Lin sejak dia lahir. Diperlihatkan seorang bayi (Lin) yang sedang menangis. Lalu seorang gadis berseragam SMA (ibunya Lin) menggendongnya dan menyuruh bayi itu berhenti menangis karena menyebalkan. Gadis itu mengeluh kalau seharusnya dia tidak melahirkan Lin. 

Ketika Lin masih anak-anak, ibunya bahkan tega memukulinya hingga Lin menangis kesakitan. Ketika remaja, Lin bersekolah sambil menjajakan sandwich meski seringkali tidak laku.




Saat akan berangkat sekolah, Lin langsung dicegat ibu kos yang meminta Lin melunasi biaya kost sebelum jam 6 sore. Kalau tidak, Lin harus angkat kaki dari sana. Belum lagi di sekolah, dia juga diminta melunasi spp sebelum jam 6 sore juga. Kalau tidak, pihak sekolah terpaksa mengeluarkan Lin karena sudah berkali-kali diperpanjang tenggat waktunya.

Seolah belum cukup susah, Lin juga dikejar rentenir yang mengharuskan Lin segera membayar hutangnya. Kalau sampai Lin tidak bisa, si rentenir mengancam akan menyakiti Lin.




Lin benar-benar gundah. Dia berdoa di tempat yang sama dengan si pria lotre. 

"Tuhan, Ilahi, malaikat, dan semua dewa. Mohon bantu aku mengumpulkan cukup uang sebelum jam 6 sore hari ini."

Lin lalu melihat kertas lotre si pria tadi yang tergeletak di tanah. Dengan tersenyum dia memungutnya dan segera  memeriksanya lewat ponsel. Tentu saja dia tidak beruntung.

Melihat Lin memungut lotre, Mikael yang tadinya iba jadi tidak bersimpati. Lin dirasa tidak memiliki cukup prestasi. Harapan Lin pun di tolak.

***




Lin pulang ke kontrakannya. Ibu kos langsung menagih uang sewa. Dengan lesu Lin berkata akan mengambilnya di kamarnya.

Ibu kos memberi tahu kalau tadi adik Lin datang dan menunggu selama beberapa saat. Tapi dia baru saja pergi.

Lin terlihat kaget dan buru-buru naik ke rooftop ke kamar kontrakannya. Kamarnya terlihat berantakan. Lin segera memeriksa lemarinya dan mengambil kotak yang dia gunakan untuk menyimpan uangnya. Sudah bisa di tebak, semua tabungannya lenyap dicuri adik perempuannya.

Lin langsung menelepon adiknya namun nomornya tidak aktif. Dia menangis sambil bicara di voice mail.


"Bagaimana bisa kamu melakukan ini padaku? Bagaimana mungkin. Pernahkah kamu merasa iba padaku sekali saja? Aku sudah sangat lelah. Aku harus bekerja keras untuk mendapatkan uang itu, kau tahu?"


Dan ternyata sejak tadi, Mikael masih menonton kehidupan Lin.

Lin melihat jam tangannya yang menunjukkan jam 5 kurang 20 menit. Lin mengingat semua tagihan yang harus dilunasinya sebelum jam 6 sore.



Dengan lunglai Lin melangkah keluar. Dia menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Dia lalu berjalan ke pagar pembatas. Kepalanya lalu mendongak menatap langit.


"Kau malaikat sial? Kenapa harapanku tidak pernah terwujud? Hidupku payah! Aku sangat lelah! Hidupku sudah seperti neraka! Apa alasan untuk hidup?"

Mikael panik memahami apa yang akan Lin lakukan. "Jangan lakukan itu gadis manusia!" Pinta Mikael di depan layar. Tentu saja Lin tidak bisa mendengarnya. "Aku akan mengabulkan keinginanmu sekarang. Sekarang aku memberimu kehidupan yang lebih baik."



Mikael mengangkat tangannya dan cincinnya bercahaya. "Sebuah harapan dan cahaya untuk menuntun jalanmu."


Tiba-tiba langit tersibak dan cahaya yang terang benderang dan menyilaukan muncul menyinari Lin. Tapi Lin tidak mempedulikannya. Dia naik ke pagar pembatas. Lin memejamkan matanya dan merentangkan kedua tangannya. Airmata turun membasahi pipinya.



Sedangkan Mikael, dia panik melihat Lin siap melompat dari rooftop.


Komentar :

Kalau nggak salah ini adaptasi dari drakor Angel's Last Mission : Love. Tapi ceritanya dibikin beda. Di sini ceweknya miskin dan hidupnya miris banget sejak lahir. 
Read More

Pob Ruk Episode 2 Part 2 (Drama Thailand)

Pob Ruk
Episode 2 Part 2


Sumber konten dan gambar : Channel 3

Baca juga : Pob Ruk episode 2 part 1

Sersan Mie memberitahu Yeo kalau Pak Songkram mengajak rapat. Yeo agak heran memangnya mau rapat soal apa.

"Ini tentang kasus Saeng (yang botak si pengedar itu)."


Sersan Mie pergi duluan. Yeo pun menyusul tapi dicegat Naam. Yeo ke kiri Naam ikut ke kiri. Yeo ke kanan Naam ikut ke kanan. "Hei Pak Polisi. Mau kemana? Aku belum menemukan tubuhku."

"Aku mau kerja dulu oke. Kita lanjut pencarian nanti."


Naam mengalah. Dia duduk di depan komputer. Tiba-tiba dadanya terasa sakit. Yeo yang belum pergi bertanya ada apa. Naam juga tidak tahu. Dia seperti mendapat semacam firasat kalau sesuatu akan terjadi.


Dan benar saja. Tiba-tiba sebuah truk kontainer melintas di depan mobil yang dinaiki Tara. Pak Sopir tidak bisa mengerem hingga kecelakaan pun tak terelakkan.


Dalam rapat, Khun Dani menjelaskan bahwa berkat tertangkapnya Saeng, mereka berhasil menemukan agen pengedar yang lebih besar. Namanya Yordchat. Dia pemilik club malam Chalatarn, yang tidak hanya sekedar club malam tapi juga ada beberapa aktivitas ilegal di belakangnya seperti judi, wanita penghibur, dan obat-obatan. Mereka sudah mengirim mata-mata ke sana.


"Code nama Black Dragon. Dia orang yang ramah pada semua orang. Jadi dia bisa bertanya pada siapapun di sekitarnya."

Terlihat Black Dragon sedang asik dengan dua wanita di Chalatarn.

"Code nama Black Eagle. Ahli dalam penyamaran dan pengamatan."

Black Eagle menyamar menjadi Pelayan di Chalatarn.

"Code nama White Swan. Dia sek*i, cantik, dan selalu menang dalam judi."

Tampak White Swan memakai gaun merah berada di antara orang-orang yang sedang berjudi di Chalatarn.


Khun Dani memperlihatkan foto-foto agen mereka yang jadi mata-mata di layar. Melihat black swan, raut muka Yeo berubah. Sepertinya ada apa-apa di antara mereka. Pak Songkram pun bertanya pada Yeo apa dia tidak apa-apa kalau bekerja dengan Letnan Naem alias White Swan. Yeo bilang dia tidak masalah.

Hari ini akan ada transaksi besar di Chalatarn. Jadi Pak Songkram meminta Yeo membawa beberapa anggota bersamanya ke Chalatarn. Pak Songkram memperingatkan Yeo agar tidak gegabah. Tunggu sinyal dari agen mata-mata mereka. Karena mereka butuh bukti yang kongkret untuk menangkap mereka.

Beberapa anggota berangkat dengan mengendarai mobil kepolisian. Tinggal Yeo dan Sersan Mie. Yeo berdiri di depan pintu mobil dengan ragu. Sersan Mie menyuruhnya segera masuk karena yang lain sudah pergi.


"Jangan bilang kamu mau naik sepeda. Aku bukan letnan Naem yang bisa bersepeda denganmu kemana-mana. Ngomongin mantan kamu jadi murung."

Yeo tidak menggubrisnya. Merekapun naik ke mobil.

"Hei sob! Kamu membuangku padahal katanya mau membantuku." Naam tiba-tiba sudah duduk di jok belakang. "Kamu nggak kasian sama sekali denganku?"

Yeo diam saja. Wajahnya sedikit pucat.

"Apa ini? Kamu segini takutnya naik mobil?" Naam tertawa kecil.

"Ya," jawab Yeo.

Kontan Mie langsung nengok keheranan.


Naam meledek kalau Yeo nggak takut hantu tapi takut naik mobil.

"Diamlah," pinta Yeo. Eh yang nyahut Mie. "Aku cuma bersenandung kok."

Naam masih aja ngoceh. Katanya Yeo tidak akan tahu apa yang dia rasakan selama Yeo nggak jadi roh tanpa ingatan.

Yeo kesal. "Tutup mulutmu! Dasar hantu!"

"Kamu ngomong sama hantu?" Tanya Sersan Mie.

"Nggak. Nggak."

"Lah tadi kamu nyebut hantu."

"Aku cuma mengigau. Berhenti kepo dan menyetir saja."


Naam yang tahu diri langsung mendekat ke Yeo memberi isyarat kalau dia akan menutup mulutnya.

Mereka sampai di tempat yang sudah dipersiapkan untuk memantau keadaan di dalam Chalatarn. Tapi tiba-tiba mereka kehilangan sinyal hingga layar monitornya buram dan sambungan radionya pun lenyap. Sersan Mie bingung apa yang harus mereka lakukan sekarang.


Yeo tampak berpikir sejenak. Akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam. Sersan Mie mencegahnya karena Pak Songram sudah mengingatkan sebelumnya. Yeo tidak peduli. Dia masuk ke Chalatarn dan Naam mengekorinya.


Black Eagle menghampirinya dan memberinya minuman beserta sebuah kartu. Yeo tersenyum. Dia menunjukkan foto Black Dragon lalu meminta Naam membantu untuk mencarinya. Sementara Yeo pergi mencari White Swan.


Naam kebingungan di tinggal sendirian. Berkali-kali dia hampir di tabrak orang-orang. Dia jadi kesal dan pusing sendiri.

Yeo berhasil menemukan White Swan yang sedang berjudi. Tapi seorang bodyguard melarangnya masuk karena hanya anggota vip yang bisa bergabung. Yeo menunjukkan kartu yang tadi diberikan Black Eagle.


Yeo pun masuk ke area judi. "Kamu sangat beruntung," ucap Yeo pada Naem alias white swan. Naem nampak tertegun sejenak.

"Kamu mau mendapat keberuntungan bersamaku?" Balas Naem.

"Lebih baik tidak. Aku tidak beruntung dalam judi."

"Tidak beruntung dalam judi tapi beruntung dalam cinta."

"Tidak juga. Itu tergantung dari pihak lain."

"Aku suka jawabanmu." Naem lalu mengambil segepok uang dari dompetnya. "Ambil ini sebagai keberuntungan pertamamu malam ini."


Sebelum pergi, Yeo berkata kalau setelah ini, mereka punya sesuatu yang harus diperjelas.

***

Naam pusing mencari black dragon di tengah kerumunan banyak orang. Tapi akhirnya dia berhasil menemukan black dragon yang sedang asik dengan cewek-cewek.

***

Yeo membuka lembaran uang dari Naem. Dia menemukan kode kalau transaksi akan dilakukan di ruangan V. Dia pun naik ke lantai atas.


Yordchat datang bersama pengawalnya. Semua agen memperhatikannya. Naam yang juga melihatnya tiba-tiba mendapat kilasan-kilasan ingatan yang tidak begitu jelas. Dia mengikuti Yordchat yang naik ke lantai atas. Yeo mencegatnya. Dia bilang pada Naam kalau transaksi akan dilakukan di ruang V. Karena mereka belum punya cukup bukti, jadi mereka perlu menemukan bukti terlebih dahulu.


Yeo dan Naam pergi ke lantai atas dan menemukan ruang V. Yeo meminta Naam menyelinap ke dalam untuk memastikan apa benar ada transaksi. Naam awalnya takut tapi Yeo berusaha meyakinkannnya.

"Tolong bantu aku dan masuklah."


Naam pun memberanikan diri masuk ke ruang V dan melihat Yordchat sedang transaksi obat-obatan dengan seorang bule bernama Ethan. Naam keluar dan memberitahu Yeo. Yeo segera menghubungi anggotanya untuk menyergap Yordchat cs.


Tapi tiba-tiba seorang anak buah Yordchat menodongnya dengan senjata dari belakang. Dia mendorong Yeo untuk masuk ke ruang V. Dan anehnya, di dalam sudah tidak ada si bule Ethan.

***

Di bawah, Sersan Mie masuk bersama rekan-rekannya. Musik dimatikan dan orang-orang diamankan. Naem bilang dia yang akan menangani lantai bawah.


Yordchat kesal dan menuduh Yeo sebagai mata-mata polisi. Tapi Yeo terang-terangan mengaku kalau dia bukan mata-mata polisi. Dia adalah seorang polisi. Dengan cekatan Yeo membekuk bodyguard yang tadi menangkapnya dan mengalahkan anak buah Yordchat lainnya hingga dia berhasil menodongkan pistol ke arah Yordchat. Naam yang awalnya ketakutan melihat baku hantam di depannya, kini menatap Yeo dengan penuh kekaguman.

Beberapa saat kemudian, Sersan Mie masuk bersama Black Dragon dan Black Eagle. Yordchat tambah marah. Dia menuduh polisi menangkapnya tanpa bukti.


Sersan Mie membuka koper di meja dan kaget saat melihat isinya yang kosong. Yeo tak kalah terkejut melihatnya.

Yordchat mengancam akan menuntut Yeo cs. Dia lalu menelepon seseorang untuk menghubungi pers karena dia akan melaporkan kalau polisi telah membully orang yang tidak bersalah.


Naam tampak cemas melihat keadaan itu. Dia lalu teringat kalau tadi sebelum dia keluar dari ruang V, dia sempat melihat sesuatu. Naam pun tersenyum.

Bersambung ke Pob Ruk episode 2 part 3

Read More