Showing posts with label Drama China. Show all posts
Showing posts with label Drama China. Show all posts

Sinopsis Lengkap Love Designer (Drama China)

Sinopsis Lengkap Love Designer

Sumber konten dan gambar : Hunan Tv Youku

Read More

Love Designer Episode 1 Part 2

Love Designer
Episode 1 Part 2

Read More

Love Designer Episode 1 Part 1

Love Designer
Episode 1 Part 1


Sumber konten dan gambar : Hunan TV Youku

Pemeran :
Dilraba Dilmurat sebagai Zhou Fang
Huang Jin Yu/ Jhony Huang sebagai Song Lin

Zhou Fang sedang melakukan foto prewedding bersama pacarnya Wang Zheyang. Di tengah pemotretan Zheyang mendapat telepon dari seseorang bernama Zhang. Dia terlihat gugup saat melihat nama itu di ponselnya. Saat Fang bertanya, Zheyang mengaku kalau Zhang adalah orang di perusahaannya. Dengan bijak Fang menyuruh Zheyang menelepon Zhang dulu baru nanti lanjut pemotretan. Zheyang pun pergi untuk menelepon Zhang.



Song Lin mengenderai sepeda motornya di jalan raya dekat pantai yang indah.

***

Fang menyuruh kru pemotretan istirahat dulu sementara dia dengan baik hati berniat membelikan kopi untuk mereka.

Di luar, Zheyang menelepon si Zhang yang ternyata aslinya bernama Pei Pei dan dia adalah pacar Zheyang. Pada Pei Pei, Zheyang berbohong kalau dia sedang rapat. Tapi betapa kagetnya dia karena ternyata Pei Pei sudah ada di belakangnya. Mereka pun sedikit berdebat di sana.



Fang membeli kopi ditemani seorang kru wanita. Secara kebetulan dia melihat Zheyang dan Pei Pei. Dia pun bertanya siapa Pei Pei dan Pei Pei memberitahunya kalau dia pacar Zheyang selama dua tahun. Fang ingin memastikan sendiri hubungan Zheyang dan Pei Pei. Dia meminta ponsel Zheyang lalu menelepon orang yang bernama Zheyang dan tentu saja tersambung dengan ponsel Pei Pei. Tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut lagi, Pei Pei pun pergi begitu saja meninggalkan tempat itu.



Fang berjalan sambil menenteng sepatunya. Dia berjalan di tengah jalan. Lalu di dekat tikungan muncul Song Lin dengan sepeda motornya. Keduanya kaget dan sretttttt motor Song Lin menyerempet gaun Fang hingga Fang terjatuh begitupun dengan Song Lin.




Fang berdiri dan menghampiri Song Lin. Song Lin yang terlihat terluka di sikunya kesal. Memangnya Fang mau mati ya berjalan di tengah jalan memakai gaun pengantin seperti itu. Fang yang tadinya mau menolong Song Lin dan ikut kesal. Mereka pun berdebat kecil. Tidak ingin masalah diperpanjang, Song Lin menyuruh Fang pergi saja.

Song Lin membuka helmnya. Dia menemukan ponselnya yang pecah karena terjatuh tadi. Dia memanggil Fang yang belum berjalan jauh untuk meminjam ponsel. Namun sayang Fang juga tidak bawa ponsel. Song Lin meminta bantuan lain. Dia meminta Fang membantunya mendirikan motornya. Meski enggan, tapi Fang membantunya juga.


Song Lin berusaha menstarter motornya tapi sayang gagal. Mereka akhirnya berjalan beriringan, Fang jalan kaki dan Song Lin jalan sambil mendorong motornya. Fang menuduh Song Lin mengikutinya. Tapi Song Lin bilang jalannya kan memang cuma satu.


Tiba-tiba perut Fang keroncongan. Song Lin menawarinya mentraktir motor asal Fang mau membantunya mendorong motornya. Awalnya Fang enggan, tapi akhirnya mau juga.



Setelah melalui jalan yang panjang, mereka tiba juga di sebuah tempat makan. Fang berjanji kalau dia akan mengganti uang Song Lin. Tapi Song Lin bilang tidak perlu karena setelah hari ini sebaiknya mereka tidak akan pernah bertemu lagi.

Pesanan bir mereka datang. Setelah beberapa saat sepertinya Fang mabuk tiba-tiba dia mengoceh tentang kisah cintanya



"Sudah lima tahun. Semua masa remaja dan karirku sudah kuberikan padanya. Seorang wanita masih ada berapa banyak lima tahun? Aku sudah memberikan semuanya padanya. Hari ulang tahun temanku, hari ulang tahun orangtuaku, setiap festival, dia selalu ingat untuk mengirimkan pesat wechat pada mereka. Dia selalu ingat untuk memberi mereka hadiah. Aku merasa mungkin aku sudah bertemu dengan pria yang paling menyukaiku dalam hidupku. Dia akan memperhatikanku, memperhatikan semua hal. Aku sungguh merasa dia memperlakukanku dengan sangat baik. Jadi aku membuat gaun pengantin sendiri. Saat aku berjalan menghampiri dia aku baru tahu, oh yernyata pria ini menghianatiku dengan wanita lain. Dan aku baru tahu hari ini."

Fang minum lagi. Dia tanya apa Song Lin kasihan padanya. Tapi dia bersyukur karena tahu sekarang bukannya setelah menikah.

Song Lin yang sedari tadi hanya mendengarkan menyuruh Fang jangan terlalu banyak minum. Dia juga bilang lebih baik Fang tahu sekarang daripada nanti nanti. Dia pamit pergi dan mendoakan Fang semoga dia bahagia.


"Bukankah semua pria memang seperti itu? Ya pergilah!!" Fang tepar di meja.

Song Lin sepertinya tidak tega melihatnya. Akhirnya dia membawa Fang ke hotel. Sayangnya hanya tersisa satu kamar dan hanya itu hotel itu satu-satunya penginapan di daerah itu.



Song Lin memapah Fang ke kamar. Dia merebahkannya diranjang lalu membantu melepas sepatunya. Setelahnya Song Lin menelepon seseorang memberitahunya kalau motornya terjatuh dan dia minta tolong dibawakan kopernya besok. Dia juga minta dibelikan dua ponsel dan disediakan sebuah mobil.

Selesai menelepon Song Lin mandi. Sementara Fang yang tadinya sudah tertidur tiba-tiba terbangun karena ingin muntah. Dia pun pergi ke kamar mandi. Untungnya kloset dan showernya terpisah oleh dinding kaca. Song Lin memperhatikan Fang yang muntah-muntah.





Fang berdiri lalu menyenderkan kepalanya ke dinding kaca. Dia tidak melihat Song Lin karena matanya terus terpejam saking mabuknya. Song Lin mengetuk-ngetuk kacanya agar Fang tersadar. Fang merespon dan langsung pergi ke kamar lagi.

Bersambung ke Love Designer episode 1 part 2
Read More

Sinopsis Film : Hanson and The Beast Part 2

Hanson and The Beast 

Part 2

Sumber : Aeon Pix Studios

Rubah Bai masih terus mengejar Hanson.

Di tempat lain, tepatnya di Biro Perubahan Wujud no. 3 (kita singkat aja ya jadi BPW), beberapa orang sedang menonton layar yang menunjukkan aktivitas Bai. Laki-laki berambut merah dengan pulasan tebal pada matanya (sepertinya kepala biro) - yang duduk di tengah- meminta pegawainya untuk menangkap si perubah wujud ilegal.

Hanson sangat ketakutan hingga dia menabrak pedagang semangka sampai gerobaknya terbang dan semangka berjatuhan dan hancur. Dia lalu bersembunyi di balik sebuah reklame. Tiba-tiba rubah Bai muncul dan menjilat wajahnya. Sontak Hanson terkejut dan langsung melarikan diri lagi.

Terlihat para anggota BPW sedang mengejar rubah Bai.

Hanson sampai di tepi sebuah gedung rumah susun. Rubah Bai mendekat. Matanya merah. Hanson memberanikan diri untuk menyentuh wajahnya. Namun Bai malah menggonggong (mungkin saking senangnya) hingga Hanson terlonjak kaget dan malah terjatuh dari gedung seperti pada adegan di awal film.

Beruntung sang kapten BPW berhasil menangkap Hanson. Mereka semua lalu selfi dengan Hanson yang pingsan. Kapten meminta anak buahnya untuk menghapus ingatan para saksi.
Salah satu dari mereka membuka sebuah koper yang berisi beberapa botol serum(?). Saat botol itu di buka, muncullah beberapa makhluk terbang kecil yang berpencar ke segala arah memasuki ingatan orang-orang yang melihat rubah Bai. Seketika, ingatan mereka tentang rubah Bai pun menghilang.

Bai yang sudah berubah kembali menjadi manusia namun masih menyisakan ekornya, meronta saat makhluk terbang itu hendak memasuki ingatan Hanson. Dia tidak rela karena sudah lama Bai ingin menikahi Hanson.

"Apa kau tahu itu kejahatan besar? Kau bisa mati nanti!"

"Jangan mencoba menghapus ingatannya!"

Bai mencengkeram kerah baju Kapten. Kapten kalah galak. Dia menjawab dengan gugup kalau dia tidak menghapus ingatan Hanson.

"Lalu apa yang kau lakukan?"

"Aku hanya bersiap untuk menghapus."

Bai menampar pipi kiri Kapten sampai anak buahnya melongo tak percaya. (Salah satu anak buah wanita tinggi banget boo)

"Bai, kau menamparku?"

Bai menampar pipi kanan Kapten. Kapten mengingatkan Bai tentang apa yang sudah kapten lakukan demi mendapatkan visa Bai. Jika Old Bird sampai tahu kau akan sial.
Si rambut pirang ikut menenangkan Bai. Dia bilang apa enaknya manusia, mendingan sama kapten yang mengesankan dan bermartabat. (Suaranya si pirang beneran kaya cewek lembut banget. Entah dia pakai dubber atau memang suara asli)

Bai membentak menyuruh si pirang minggir. Dia mendekati kapten hingga anak buahnya menodongkan senjata laser. Bai tidak gentar. Dia menempeleng kepala kapten. Lalu mencubit pipi kapten dan memain-mainkannya.

Kapten meminta Bai untuk berhenti.

"Mereka semua bawahanku. Sungguh ini tidak pantas. Kau merusak riasan mataku."
Bai menggeram. "Berikan daunnya!"

"Daun apa?"

Bai kembali menampar Hanson. Akhirnya kapten meminta anak buahnya untuk mengeluarkan daun guna mengobati luka cakaran di paha Hanson.

Bai setuju untuk pulang. Kapten menggendong Bai yang mabuk di punggungnya. Bau muntah tepat di kepala kapten. Kapten terkejut namun tidak menunjukkan raut marah sedikitpun di wajahnya. (Kapten yang sabar)

Hanson ditinggalkan begitu saja di jalanan.

Esoknya, orang-orang mengerumuninya bahkan memotretnya. Setelah sadar, Hanson langsung kabur. Dia menyambar pakaian seadanya di jemuran. Alhasil, dia berjalan dengan menundukkan wajahnya karena malu memakai daster wanita.

6 jam kemudian

Geng Kak Zhigang mendatangi tempat kerja Hanson. Dia kembali menagih hutang. Dia menakut-nakuti Hanson seperti kemarin. Sepertinya ingatan orang-orang tentang hari kemarin menghilang. Hanson stress sendiri karena hanya dia yang ingat soal kemarin.
Tiba-tiba Bai datang dengan setelan metal. Hanson langsung bertanya apakah Bai juga akan bilang kalau ini hari pertama mereka bertemu?

"Hong Sicong (kapten) membiarkan nyamuk itu mengginggitmu? Katakan! Siapa aku?" Bai mangguncang tubuh Hanson. Suaranya kaya preman galak banget.

"Apa kau seekor rubah?"

Sontak Bai memeluk Hanson. Dia meminta maaf karena bangun kesiangan gara-gara mabuk semalam.

Kak Zhigang meminta Hanson membayar hutangnya. Anak buahnya yang gendut maju. Bai langsung melemparnya hingga terselip diantara celah pintu. Hanson terkesima.

Dua anak buah lainnya ikut maju mengkonfrontasi Bai. Hanson meledak karena mereka mengancam akan menghancurkan keluarga Hanson. Tiba-tiba kak Zhigang dan anak buahnya lari terbirit-birit.

Hanson menoleh ke belakang. Kepala Bai telah berubah menjadi rubah. Kontan Hanson ikutan kabur.

BPW segera bertindak. Salah seorang mengingatkan kapten tentang komisaris Yan. Kapten meminta anak buahnya pergi ke rumah sakit untuk mengambilkannya perban dan penyangga tulang patah.

Hanson berlari. Seekor nyamuk biru mengikutinya. Nyamuk itupun kena tabok dari Bai. Bai membungkam mulut Hanson.

"Sebaiknya kau tidak menarik perhatian BPW?"

"Apa itu BPW?" tanya Hanson setelah Bai melepaskan tangannya.

"Sebuah organisasi yang bertugas mengawasi hidup kami di dunia manusia."

"Apa organisasi semacam itu ada?" Hanson berlari lagi sambim berteriak minta tolong pada BPW.

Tentu saja Bai bisa mengejarnya. Hanson ketakutan berpikir Bai akan memakannya hidup-hidup.

"Untuk apa aku melakukan itu? Aku akan menikah denganmu. Punya anak bersamamu. Aku akan hidup denganmu sampai akhir hayatku."

"Mbak Yaojing. Kukatakan padamu. Dulu aku menyelamatkanmu karena tidak sengaja. Dulu ayahku penjaga kebun binatang ini. Kau adalah spesies yang hampir punah. Kalau kau terluka ayahku akan dihukum."

Hanson berusaha kabur lagi. Namun Bai mencegahnya. Bai berkata dia bisa melakukan apapun untuk membalas kebaikan Hanson.

"Apapun?"

Hanson mengambil sebilah kayu kecil. "Bisakah kau membawakan ini padaku?" Hanson lalu melempar kayu itu. Bai pergi untuk mengambilnya. Hanson senang karena bisa kabur. Tapi Bai dengan cepat sudah ada di hadapannya lagi.

***

Komisaris Yan datang ke BPW. Dia mengkonfrontasi Kapten Hong -yang duduk di kursi roda dengan kaki diperban- kenapa semalam Bai Qianchu tidak dibawa ke pengadilan. Suaranya seperti robot.

Si pirang menjawab itu semua karena semalam kapten terjatuh.

Komisaris Yan marah karena dia sedang bicara dengan Kapten Hong bukannya yang lain. Dia melempar si pirang lalu mendekati kapten Hong dari belakang dan mencengkeram bahunya. Seketika kapten Hong memekik dengan suara hewannya.

"Rubah perak kutub. Jenis yang langka. Itu selalu menjadi prioritas utama dalam hal perlindungan di dunia Yaojing. Jangan sampai di cemari oleh manusia. "

"Komisaris Yun. Percayalah. Pelayanmu akan berusaha mati-matian membawa Bai untuk diadili."

"Kapten Hong. Kantor cabang Shanghai di bawah perintahmu. Dan selalu menjadi tulang punggung BPW."

Salah seorang anak buah wanita katpen Hong mengeluh bahwa di Amerika saja sudah dibuat film tentang batman berkencan dengan manusia. Kapten Hong langsung menegurnya.

Komisaris Yun menguarkan sayap raksasanya. Dia langsung merengkuh wanita itu dengan sayapnya. Kapten Hong berusaha menyelamatkannya tapi dia malah terlempar. Si wanita berusaha melawan dan komisaris Yun menembaknya dengan senjata laser. Seketika tubuhnya berubah menjadi rubah seukuran kucing.

Hanson sedang berada di sebuah restoran dengan dua orang wanita. Salah seorang dari mereka to the point ingin menikah dan punya anak Hanson. Tiba-tiba Bai muncul. Hanson memperkenalkannya sebagai saudarinya. Tapi Bai mengaku kalau Hanson adalah suaminya. Sontak kedua wanita tadi memilih pergi.

Hanson akan mengejar mereka. Bai menahannya hingga baju Hanson robek. Dia menanyakan soal perasaan Hanson.

Hanson berteriak kalau Bai itu monster. Tau apa soal perasaan.

"Ayahku di rumah sakit. Hutangku menggunung. Orang miskin sepertiku tidak punya hak bicara soal perasaan!"

Bai sakit hati. Dia berlari pergi.

Hanson berjalan pulang dengan lesu. Di jalan, Komisaris Yun dan 2 bodyguardnya menghadangnya.

"Siapa kalian?"

"Pelayanmu yang sederhana adalah profesir di jurusan biologi molekuler di Universitas Standfort. Margaku Yun."

Hanson mencoba kabur karena mengira mereka hendak merampoknya. Namun dia di hadang oleh bodyguard yang lain.

Kom. Yun menunjukkan slide gambar di layar proyektor. Dia menceritakan soal asal usul yaojing. Dan Bai adalah rubah perak kutub yang merupakan spesies paling langka di dunia yaojing.

Kom. Yun meminta bantuan Hanson untuk menangkap Bai. Dia memberikan suntikan agar nantinya disuntikkan ke leher Bai. Hanson diberi dua gepok uang. Kom. Yun berjanji jika Hanson berhasil, maka dia akan diberi uang berlimpah untuk melunasi semua hutang-hutangnya.

Hanson terdiam berusaha mencerna semuanya.

Bersambung ke Hanson and The Beast part 3


Read More

Sinopsis C-Drama : Legend of Fuyao ( Episode 7 Part 2 )

Legend of Fuyao

Episode 7 Part 2

Sumber : Zhejiang TV


Jing Chen tersenyum lega. Dia berpikir bagus sekali jika Fuyao benar-benar melarikan diri.

Tapi ternyata Fuyao tidak melarikan diri. Dia di bawa Pei Yuan ke tempat dimana dia biasa berlatih dengan Jing Chen. Dia juga membawa Xiaoqi kesana. Pei Yuan mengancam akan membunuh Xiaoqi jika Fuyao tidak mau terjun ke jurang.

Di kediaman Qi Zhen, Yun Hen melapor kalau dia sudah mendapat kabar dari Fei Yan. Yun Hen membisikkan sesuatu. Setelah itu Qi Zhen memintanya untuk segera bersiap. Terlihat Qi Zhen tersenyum.

Fuyao marah karena Pei Yuan melibatkan orang lain. Tapi Pei Yuan malah dengan kejamnya menjawab, "Jika aku harus melibatkan hidup setiap budak rendahan di bagian mistis hitam, lalu kenapa?"

Xiaoqi meminta Fuyao pergi saja dan tidak usah mempedulikannya. Fuyao mendekati Xiaoqi. Pei Yuan dengan sigap meletakkan pedang di leher Xiaoqi.

Xiaoqi tidak gentar. Dia terus meminta Fuyao pergi saja. Tapi Fuyao tidak mau mengorbankan orang lain lagi. Xiaqi nekad mendorong lehernya sendiri ke pedang. Pei Yuan cekatan menarik pedangnya dengan marah.

"Kau cari mati?" Pei Yuan menendang Xiaoqi. "Baiklah akan kuturuti keinginanmu." Pei Yuan sudah siap dengan pedangnya.

"Tunggu! Hidupku adalah milikmu. Apakah kau ingin membunuhku atau tidak, terserah padamu."

"Fuyao, jangan salahkan aku jika aku kejam."

Pei Yuan menyuruh Fuyao menyalahkan dirinya sendiri saja kenapa tidak mati dengan di permainan berburu dan bertempur (emang ada gitu orang ngarepin buat mati? Kezell). 

Fuyao heran kenapa Pei Yuan masih saja mengejarnya padahal Jing Chen sudah menyetujui perjodohan.

"Jika kau tidak mati, kakak seperguruan pertama akan memikirkanmu selama hidupnya."
"Apa kau berpikir setelah aku mati akan ada kau di hati kakak seperguruan?"

"Memikirkan orang yang sudah mati, lebih baik daripada memikirkan orang yang masih hidup." (Dasar psikopat)

Pei Yuan menyuruh Fuyao untuk melompat. Fuyao meminta Pei Yuan berjanji untuk melepaskan Xiaoqi dan semua orang di bagian mistis hitam. Pei Yuan menyanggupinya.
Fuyao melompat ke jurang. Dia meraih sebuah sulur tumbuhan dan berhasil menepi di sebuah roof. Namun Pei Yuan sudah menyiapkan jebakan di sana. Sebuah pisau meluncur ke arah Fuyao. Fuyao mengarahkan rantai yang mengikat tangannya hingga rantai itu terputus. Namun dia tidak bisa menjaga keseimbangan hingga terjatuh lagi.

Jeng jeng jeng. Akhirnya pangeran kita datang. Xuanyuan menangkap Fuyao. Dia tersenyum. Mereka mendarat di sebuah roof.

Pei Yuan melanggar janjinya. Setelah yakin Fuyao tidak akan selamat, dia menyuruh anak buahnya melemparkan Xiaoqi ke jurang.

Melihat Xiaoqi, Fuyao langsung melompat untuk menolongnya. Dia berhasil menangkap Xiaoqi. Xuanyuan lalu melemparkan sulur tumbuhan yang berhasil mengikat tubuh Fuyao. Mereka bertiga bergelantungan di tebing.

Yun Hen menunjukkan sebuah tempat kepada Qi Zhen yang menurutnya semua kriteria dari tempat itu cocok untuk kemunculan istana suci. Qi Zhen menyuruhnya untuk menyiapkan segalanya.

Malam harinya, Qi Zhen dan Yun Hen melakukan sebuah ritual di tempat itu. Terlihat kabut putih muncul di atas permukaan air. Petir menggelegar. Qi Zhen menyayat tangannya dengan pisau lalu meneteskan darahnya di atas lilin. Seketika muncullah sebuah istana di atas kabut putih.

Qi Zhen langsung mengutarakan niatnya pada sang kepala istana ilusi, Fei Yan.

"Raja negara air dalam hampir sampai pada akhir hidupnya. Ibukota Kun dilanda bencana air. Jika aku bisa menguasai teknik manipulasi air, permasalahan negara air dalam dan penderitaan rakyat ibukota Kun akan terselesaikan.

Terdengar suara seorang wanita.

"Hanya garis keturunan Xuanyuan yang bisa menguasai teknik manipulasi air. Ini adalah peraturan yang sudah ada sejak didirikannya lima wilayah. Apa tujuanmu menginginkannya? Untuk kerajaan atau rakyat?"

Dengan tegas Qi Zhen menjawab bahwa dia ingin jadi raja dari negara air dalam.
"Semua permintaan memiliki harga yang sama."

"Kepala Istana tidak perlu cemas. Aku memiliki segala yang Anda inginkan."

"Baiklah. Pada hari bulan merah, gunakan Lonceng Penyerap Bumi sebagai tanda. Gunakan darah Xuanyuan sebagai pembimbing dan korban pada langit dan bumi. Maka kau bisa menguasai teknik manipulasi air yang sebanding dengan siapapun dari garis keturunan Xuanyuan."

Xuanyuan Min membawa Fuyao yang belum sadarkan diri ke tempat Tabib Zhong Yue. Dia tidak menyangka gunung jiwa mistis yang terkenal dengan kebijakannya ternyata sangat kejam.

"Jika semua orang penuh belas kasih sepertimu, dunia akan damai." Lalu Tabib Zhong pun memeriksa nadi Fuyao.

Anak buah Pei Yuan melapor pada Ketua Yan bahwa mereka sudah mencari ke mana-mana tapi tetap tidak menemukan Fuyao. Ketua Yan memerintahkan untuk meneruskan pencarian."

Tinggal Ketua Yan dan Pei Yuan berdua. Ketua Yan memarahi Pei Yuan karena telah menghancurkan rencananya. Tapi Pei Yuan dengan sombongnya mengatakan bahwa tanpa Memecah Langit Kesembilan, dia akan bisa memberikan semua yang ingin Ketua Yan berikan pada Jing Chen.

Ketua Yan tetap pada pendiriannya. Menurutnya seseorang harus punya prestasi dan bisa bergantung pada keahliannya sendiri. Karena di dunia ini, tidak ada yang selamanya berdiri dan tidak jatuh." (Tumben ngomongnya bener)

Pei Yuan masih saja menyombongkan latar belakangnya. Saking kesalnya, Ketua Yan sampai membentaknya untuk tidak ikut campur urusan perguruan jiwa mistis.

Pei Yuan pergi dalam keadaan kesal. Dia bertanya pada A Lie apakah dia salah sudah membunuh Fuyao. A Lie menjawab bahwa apapun yang dilakukan dan dikatakan Pei Yuan adalah benar. Pei Yuan malah menampar A Lie. Lalu dia berjalan pergi sedangkan A Lie masih berdiri mematung.

"Kenapa kau berdiri di sana? Apa kau merasa diperlakukan tidak adil karena aku memukulmu?" A Lie menggeleng.

Fuyao sedang berendam dengan air panas. Dari luar, Tabib Zhong menginstruksikan apa yang harus Fuyao lakukan. Lalu Tabib Zhong melemparkan tiga jarum akupunktur yang tepat menancap di punggung Fuyao. Fuyao muntah darah. Dan setelahnya, Fuyao membuka matanya.

Fuyao yang sudah berganti baju dengan pakaian laki-laki, menghampiri Tabib Zhong Yue untuk menanyakan keadaan Xiaoqi. Tabib Zhong menjawab bahwa Xiaoqi baik-baik saja.
"Terimakasih karena telah menyelamatkan kami."

"Tidak perlu berterimakasih padaku. Bukan aku yang menyelamatkanmu. Aku hanya melakukan yang terbaik untuk apa yang sudah orang lain percayakan padaku."

"Apa maksudmu?"

"Selain si suka ikut campur itu, siapa lagi yang akan melakukan ini?"

"Kenapa dia melakukan ini?"

"Benar. Dia bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri."

"Tidak bisa melindungi dirinya sendiri?"

Qi Zhen menyuruh Yun Hen untuk mengirimkan surat dengan elang tercepat pada negara penjahat surga, Zhan Nanchen(ada-ada aja hehe). Dia berniat meminjam lonceng penyerap bumi untuk ritual di hari bulan merah. Dia juga memerintahkan Yun Hen untuk mengurung Xuanyuan.

Xuanyuan sedang terlelap. Tiba-tiba seseorang berbaju hitam masuk diam-diam ke kamarnya. Xuanyuan membuka matanya. Ternyata yang datang adalah pengawal rahasianya yang melaporkan aktivitas Qi Zhen. Dia juga berkata bahwa para prajurit Qi Zhen sedang menuju kesana.

Xuanyuan meminta pengawalnya untuk melakukan semuanya sesuai rencana. Si pengawal keluar melalui jendela.

Xuanyuan berkata dalam hati.

Kau adalah putra mahkota Kekaisaran Tujuh Bintang. Kau adalah calon pewaris tahta untuk mengelola lima wilayah. Misimu adalah menenangkan pemberontakkan di negara bawahan tanpa pertumpahan darah.

Prajurit Qi Zhen mengepung kediaman Xuanyuan. Terlihat Ketua Yan dan Jing Chen mengamati dari jauh.

Yun Hen mengetuk pintu kamar Xuanyuan dan memanggil calon pewaris. Setelah tidak mendapatkan jawaban, diapun menerobos masuk dan tidak menemukan Xuanyuan disana. Yun Hen menatap jendela yang terbuka.

Salah seorang prajurit melapor bahwa dia melihat sebuah kereta menerobos barikade mereka. Yun Hen sontak memeritahkan para prajurit untuk mengejarnya.

Setelah semua orang pergi, Xuanyuan muncul dari tempat persembunyiannya di atas.
Qi Zhen, bagian terbaik dari permainan ini segera dimulai.

Xuanyuan Min tersenyum.




Read More

Sinopsis Film : Hanson and The Beast Part 1

Hanson and The Beast

Part 1

Sumber : Aeon Pix Studios


Kisah Cinta Antara Manusia dan Siluman Rubah
Pemeran : 

1. Feng Shaofeng/William Feng sebagai (Yuan Shuai/Hanson)
2. Liu Yi Fei (mantannya Song Seng Hun, hehe ) sebagai Bai Xuan Chu/Siluman Rubah)



Seorang pria yang bertelan**ang dada dan hanya memakai celana kolor terlihat keluar dari sebuah rumah. Dia segera menutup pintunya dan berlari ketakutan. Terdengar suara geraman entah makhluk apa dari dalam rumah itu.

Pria itu terus lari dan lari. Hingga akhirnya seekor binatang menyudutkannya hingga dia terjatuh dari gedung tinggi.

Terdengar narasi seorang wanita.

Ayahku bilang, saat dia masih muda, umumnya orang menganggap kalau Yaojing (siluman rubah) hanya ada dalam legenda. Tak masalah pernikahan terlarang antara manusia dan Yaojing. Bahkan pertemananpun tak di pertanyakan. Pada saat itu ada perusahaan bernama Biro Perubahan Bentuk di dunia yaojing. Tugas utamanya adalah mencegah yaojing berubah bentuk saat di dunia manusia dan berinteraksi dengan manusia. Mereka mengatakan bahwa mereka mempertahankan garis keturunan bangsawan yaojing. Sampai akhirnya, ayahku pergi untuk kencan buta. Sejak saat itu, dunia ini tak pernah sama lagi.

36 jam sebelumnya

Di sebuah restoran, seorang wanita sedang membaca profil Hanson. "Yuan Hansong. Lahir tahun 1986. Sekarang kerja di Kebun Binatang Solidarity sebagai pengurus gajah."
"Belum lama ini, aku menginvestasikan uangku untuk pembuatan film. Tapi aku mengalami masalah keuangan. Ayahku juga mengalami masalah kesehatan. Jadi aku sangat membutuhkan bantuanmu. Dan setelah menikah, aku berharap kita tidak.... Tidak melakukannya." Hanson berkata dengan takut-takut kaya anak yang takut dimarahi bapaknya karena ketahuan bohong.



Si wanita yang sedari sibuk mainan ponsel bertanya, "Ha? Melakukan apa?"

"Anu.... Berhubungan se****l. Maksudku bukan berarti tidak sepenuhnya. Setelah kita saling punya perasaan...."

Belum sempat Hanson menyelesaikan kata-katanya, si wanita sudah keburu marah-marah sampai menggebrak meja hingga jadi perhatian para pengunjung lain.

"Kau memang tidak berguna!! Kau pikir pan**tmu itu terbuat dari emas atau perak apa? Menjual bakatmu tapi bukan tubuhmu. Kau bahkan sudah 30 tahun lebih. Bagaimana bisa kau punya ide sebodoh itu?"

Hanson yang sudah merasa kalah dan malu, beranjak dari duduknya. Tapi si wanita menahannya dan memberikan nomor saudarinya.

"Saudariku punya hobi unik. Jika pelayanannya bagus, uang bukan masalah."
Gantian Hanson yang marah-marah padahal sedari tadi hanya diam tertunduk. Si wanita sampai kaget karena Hanson teriak.


"Kau memang tak punya rasa malu, huh? Kau kira aku ini gig**o?" Hanson langsung ngacir pergi. Dan si wanita melempar sendok kue dan tepat mendarat di kepala Hanson. Hansong berbalik dan mengangkat sepiring cake.



Hanson terlihat berjalan di sebuah pemukiman dengan membawa cake yang tadi dia bawa dari restoran. (Aku kira bakal dilemparin ke mukanya si wanita)

Dan di atas, tepatnya dari sebuah jendela, tampak Bai Xuan memandangi Hanson.


Hanson pergi ke tempat kerjanya di Kebun Bintang Solidarity. Bai Xuan terlihat mengikutinya. Dia bersembunyi di atap agar Hanson tidak melihatnya.


Di kandang gajah, Hanson membersihkan kotoran-kotoran gajah. Dia mendengar suara yang aneh. Tapi setelah di cari, dia tidak menemukan apapun. Kemudian dia mendapat pesan dari biro jodoh yang menegurnya karena berniat melemparnya dengan kue. Sang agen biro jodoh masih berbaik hati dengan mengaturkan kencan buta lagi dengan wanita kaya yang baru ditinggal mati suaminya.


Hanson sedang mematut diri di depan cermin. Sebuah panggilan video masuk ke ponselnya. Ternyata dari ayahnya.

Ayah : "Apa mereka sudah menemukanmu?"

Hanson : "Tenang saja, Ayah. Aku tinggal di tempat tersembunyi."

Ayah : "Agen khusus nomor. 3, rekan-rekan tewas dalam tugas. Hanya kau satu-satunya harapan kami untuk mengantarkan informasi ini. Jangan sampai mereka menemukanmu. Nasib bumi sekarang ada di tanganmu."

Ya ampun kirain beneran agen khusus. Ternyata ayah Hanson adalah pasien rumah sakit jiwa. Suster marah-marah karena ayah mainan ponsel. Beberapa perawat berusaha menjagal ayah dan suster berhasil menyuntik ayah.


Hanson teriak-teriak tidak terima ayahnya sampai ditendang. Tapi suster balik marah padanya. Kalau sampai Hanson tidak bayar tagihan rumah sakit, maka ayah akan dikeluarkan dari rumah sakit dan ditinggalkan di jalanan.



Hanson sedang berada di sebuah restoran untuk kencan buta. Dia terlihat memotret seekor kucing lucu di luar. Tiba-tiba kameranya menangkap gambar seorang wanita cantik. Dia Bai Chuan. Saat Bai Chuan memergoki aksinya, Hanson langsung mengalihkan kameranya berpura-pura mengambil gambar lain.


Bai Chuan sudah ada di depan Han Son. Hanson terkejut. Apalagi saat Bai Chuan menyapanya. "Halo Hanson. Lama tidak jumpa."

"Ha?"

"Aku Bai."

Hanson langsung mengecek ponselnya. "Nona Bai? Tapi yang tertulis di sini kau berusia 40-an tahun."

"Aku langsung ke sini setelah mendapatkan visa."



Bai Chuan yang kehausan langsung mengambil gelas Hanson dan meminum airnya sampai tandas. Dan ternyata itu masih kurang. Bai Chuan mengisi gelasnya dengan air dari aquarium yang ada di dekat tempat duduknya. Bahkan ikannya juga keangkut ke gelas.

Hanson tidak percaya melihatnya (mungkin dalam hati dia ngomong, "cantik-cantik kok aneh"). Dia bertanya apa benar dia Nona Bai Ruyu.



Terlihat 3 orang pria masuk ke restoran itu. Hanson terlihat gelisah lalu menutupi wajahnya dengan kertas menu. Dia sampai tidak mendengarkan Bai Chuan yang sedang mengaku bahwa dia siluman rubah.

Hanson bilang ada urusan. Dia langsung berlari ke toilet untuk kabur. Tapi di sana dia malah bertemu bos rentenir yang sedang mengejarnya.


Sedangkan Bai Chuan sedang menerima telepon dari seseorang yang dipanggilnya Bingbing. Dia curhat kalau Hanson tidak mengingatnya. Orang di seberang menyuruhnya pulang saja karena biro sedang mengawasinya. Dan benar saja, ada sebuah mobil di luar restoran yang berisi orang yang mengawasi Bai. Bai sampai tidak sadar kalau Hanson diseret beberapa orang keluar.

Hanson dibawa ke tempat kosong. Bos rentenir, Li Zigang, menakut- nakuti Hanson kalau dia punya kakak yang suka minum darah manusia. Dia lalu mengambil uang di dompet Hanson setelah berhasil membuat Hanson sangat ketakutan.

Hanson sedang duduk di tempat kerjanya. Tiba-tiba Bai Chuan datang. Hanson sangat terkejut mengira Bai Chuan adalah anggota geng Li Zigang. Bai Chuan lagi-lagi terang-terangan mengakui jati dirinya.

"Saat kecil bentukku adalah rubah kecil. Rubah kecil putih."

Hanson berpikir kalau Bai Chuan gila. Di luar, ternyata ada anak buah Zigang yang mengawasi.

Bai Chuan berusaha meyakinkan Hanson. "Saat kau kecil, kau memotong rambut gadis di sekolah lalu menaruh lem di kursi.

"Bagaimana kau bisa tahu?" Hanson langsung mengedarkannya mengira Bai Chuan memasang cctv atas perintah Zigang.

"Apa kau punya bekas luka di leher? Saat aku kecil, sekelompok anak berusaha melukaiku dengan asam sulfat, kau yang berusaha menghalangi mereka."
Hanson teringat di masa kecilnya dia berusaha menghalangi anak laki-laki yang berusaha melukai seekor rubah putih kecil.

"Tanya saja ayahmu. Dia pasti ingat."



Hanson meminta Bai Chuan pergi saja. Dia akan mengantarnya. Tapi Bai Chuan malah berusaha berubah wujud. Beberapa mencoba tetapi tidak berhasil. Bai Chuan meminta alkohol untuk membuatnya bergai**h. Satu botol sampai tandas. Bai Chuan minta satu botol lagi. Hanson sampai takut sendiri melihatnya.


Bai Chuan melepaskan roknya dengan alasan nanti akan sobek kalau dia berubah. Hanson kontan terkejut. Dia tambah shock saat Bai Chuan benar-benar berubah wujud menjadi seekor rubah yang sangaaaaaaat besar.



Tentu saja Hanson jadi ketakutan setengah mati. Dia langsung berusaha kabur tapi rubah Bai Chuan menarik bajunya hingga bajunya robek dan hanya tersisa celana kolornya saja. Saat itulah kita melihat adegan di awal episode dimana Hanson keluar dari pintu tanpa baju.
Rubah Bai Chuan ikut keluar. Dua anak buah rentenir kontan terkejut ketakutan.

Hanson terus berlari karena rubah Bai Chuan terus mengejarnya.


Bersambung ke part 2


Read More

Sinopsis C-Drama : Legend of Fuyao ( Episode 7 Part 1 )

Legend of Fuyao

Episode 7 Part 1


Sumber : Zhejiang TV


Jing Chen terkesima melihat patung-patung yang menggambarkan jurus memecah langit ke sembilan. Dia menyadari bahwa itulah jurus yang di gunakan Fuyao saat permainan berburu dan bertempur.


Paman Zhou sedang menjelaskan pada Fuyao tentang memecah langit kesembilan.

"Waktu dulu, pendiri perguruan jiwa mistis mendapatkan beberapa lembar halaman berisi metode inti memecah langit ke sembilan. Dalam waktu beberapa bulan, mereka menjadi pahlawan yang mengguncang dunia di beberapa tempat yang berbeda. Lalu mereka mendirikan perguruan jiwa mistis ini. Setelah diturunkan beberapa generasi, lembaran-lembaran itu hilang. Memecah langit ke sembilan pun hilang."

"Lalu bagaimana aku bisa mempelajarinya?"


Belum sempat paman Zhou menjawab, terdengar suara orang datang. Fuyao menyuruh paman Zhou pergi saja, namun paman Zhou malah mengajaknya keluar melalui pintu rahasia. Dia bilang Xiaoqi sudah menunggu Fuyao di bawah gunung jadi mereka harus bergegas.


Tiba-tiba pintu di belakang mereka tertutup. Lalu sebuah pintu besi berujung lancip di depan merekapun akan segera tertutup. Paman Zhou dan Fuyao berusaha menahannya. Paman Zhou mendorong Fuyao agar bisa keluar. Dia merelakan dirinya yang bernasib malang. Ujung-ujung besi menancap di tubuhnya. Fuyao menangis melihat paman tercintanya berkorban nyawa demi dirinya.


"Anakku. Kau dilahirkan bukan sebagai orang biasa. Ketika kau lahir kau sudah memiliki lima belenggu. Jika lima belunggu ini tidak pernah dibuka, sebenarnya kau bisa hidup dengan tenang seumur hidupmu. Sayangnya kau menguasai memecah langit ke sembilan. Tenaga dan teknik memecah langit ke sembilan ini menyesuaikan dengan saluran vital dalammu. Lima belenggu lalu terbuka dan inilah takdirmu selanjutnya."


Paman Zhou menyerahkan sebuah kalung dengan liontin batu lima warna yang  tergantung di leher Fuyao saat dia menemukannya dulu.

"Pakailah kalung ini dan pergi ke semua negara di lima wilayah."

Paman Zhou berkata bahwa Batu lima warna akan menuntun Fuyao ke tempat-tempat dengan energi spiritual yang kuat untuk melepaskan belenggunya.

"Anakku. Kau tahu aku sering memarahi dan memukulmu. Tapi di seluruh hidupku, kau adalah yang paling kubanggakan." Paman Zhoupun meninggal. (Sedih)



Fuyao berteriak memanggil nama pamannya. Saat itulah orang-orang dari jiwa mistis datang. (Kesel! Kalau ujung-ujungnya ga bisa kabur kenapa paman Zhou harus dikorbanin. Dasar drama)



Di sebuah tempat, terlihat aliran air yang melayang berputar-putar di atas sebuah papan berbentuk persegi enam.

Seseorang melapor pada raja negara air dalam bahwa atap langit panggung kerajaan Qilin sudah retak terbuka. Aku takut ibukota Kun akan tenggelam dalam air. "Raja, tolong jaga tubuhmu. Air dalam tidak bisa selamat tanpamu."

Terlihat di ibukota Kun, hujan mengguyur dengan derasnya.



Qi Zhen sedang berlatih memanah. Xuanyuan memuji kehebatannya. Dia menolak saat Qi Zhen menawarinya berlatih juga.

Seorang prajurit datang membawakan surat dari ibukota Kun. Xuanyuan jelas kepo dengan isinya. Tapi Qi Zhen malah menyuruhnya pulang dan istirahat di kamar. Xuanyuan menggerutu, "Cuacanya sangat bagus kenapa aku harus istirahat."

Ternyata surat itu dari mata-mata Qi Zhen di negara air dalam yang mengabarkan bahwa kondisi raja sedang kritis. Tabib mengatakan bahwa raja sudah ada di ujung tanduk.

Qi Zhen bertanya pada Yun Hen apa ada kabar dari Fei Yan. Yun Hen menggeleng. Yun Hen mengajak Qi Zhen pergi ke ibukota Kun. Dia juga mengingatkan bahwa mungkin seluruh ibukota Kun akan tenggelam. Tapi Qi Zhen tak peduli. Dia bahkan berkata, jika langit akan membunuhnya maka dia akan melawan. (Aku rasa sebenernya Yun Hen ini aslinya nggak jahat)

Jing Chen berjalan tertatih-tatih di sebuah lorong. Dia mengingat perkataan ayahnya.

Flashback

Di ruang rahasia, Ketua Yan memberitahu Jing Chen bahwa tanpa memecah langit kesembilan, jiwa mistis hanyalah sebuah kerangka kosong. Dan siapapun yang bisa mendapatkannya terlebih dahulu, akan mampu melakukan serangan pertama di tengah kekacauan ini (perselisihan di negara air dalam)

Ketua Yan menggunakan ilmunya dan seketika patung-patung diruangan itu berubah menjadi abu. Dia lalu memberikan bubuk pemecah jiwa pada Jing Chen untuk diberikan pada Fuyao.

"Kau adalah orang yang dipercayainya. Satu jam setelah dia menelannya, apapun yang ingin kau ketahui, dia akan mengatakannya dengan jujur. Tapi setelah satu jam, nyawa dan jiwanya akan hilang. Dia akan menjadi seonggok daging busuk selamanya."

Flashback end


Jing Chen menatap bubuk pemecah jiwa dengan perasaan sedih bercampur gelisah. Matanya berkaca-kaca.

Fuyao sendiri sedang tertidur di dalam sel. Dia memimpikan Paman Zhou. Lalu dia terbangun dan mengingat semua kenangannya bersama paman Zhou. Tiba-tiba seseorang datang.


Xuanyuan yang sedang tiduran, berbicara dengan tabib Zhong Yue di tepi sebuah tebing.
Tabib Zhong Yue bertanya, "Apa kau mempertimbangkan bagaimana kau melaporkan pada ayahanda kaisarmu dalam hal melakukan tugas?"(Wah ternyata anak kaisar. Berarti pangkatnya lebih tinggi dari raja ya kan?)


"Kau sudah mengingatkanku sepanjang hari bahwa aku adalan putra mahkota Wuji. Misiku adalah menghentikan kekacauan di air dalam. Sehingga aku bisa kembali ke Tujuh Bintang dan melapor pada ayahanda kaisar bahwa tugasku sudah selesai. Telingaku sampai tebal mendengarnya."

"Kalau begitu aku mengingatkanmu lagi. Apa kau sudah berpikir mengapa Qi Zhen tidak mau meninggalkan ibukota Kun?"

Xuanyuan duduk. "Qi Zhen tidak akan meninggalkan ibukota Kun saat ini. Dia sudah menyuruh orang untuk mencari istana ilusi."

Tabib Zhong Yue : "Dia ingin menanyakan kepala istana Fei Yan, benar?"

Xuanyuan : "Dia sudah setengah mati menutupi niatnya selama sepuluh tahun dan membunuh calon pewaris Wenyi yang sudah seperti kakaknya sendiri."

Tabib Zhong :"Apakah dia bertanya tentang kepala istana Fei Yan hanya untuk mendapatkan teknik manipulasi air?"

Xuanyuan : "Hmmm."

Tabib Zhong : "Keberadaan kepala istana Fei Yan selalu menjadi misteri. Meskipun dia memiliki istana di Linzhou. Tapi kebanyakan tidak tahu bahwa itu hanyalah ilusi. Jika Fei Yan menyetujui permintaannya, maka nyawamu akan terancam."

Xuanyuan : "Bagus kalau kau tahu. Hanya demi keluarga Xuanyuan, aku sudah membuat diriku sendiri kelelahan."


Tabib Zhong Yue : "Aku tidak ada lagi hubungan dengan Xuanyuan. Kau sendiri tahu apa yang aku kejar."

Xuanyuan : "Tenang saja. Kita berdua pasti akan hidup lebih lama dari orang tua itu."
Mereka berduapun saling melempar senyuman.


Jing Chen datang ke sel Fuyao. Tapi pintu sel dan rantainya ternyata sudah terbuka, dan Fuyao tidak terlihat di dalam sana.




Read More