Sinopsis K-Drama : The Crowned Clown ( Episode 13 Part 1 )

The Crowned Clown
Episode 13 Part 1


Sumber konten dan gambar : TVN

Baca The Crowned Clown episode sebelumnya

Di episode sebelumnya, penyamaran Ha Sun akhirnya terbongkar oleh Shin Ci Soo.

Episode 13

Shin Ci Soo tertawa puas mengetahui orang di depannya adalah badut yang selama ini dia cari.

"Aku tidak bisa menemukanmu dimanapun ternyata kau ada di dalam istana selama ini."

"Kalau kamu berani menyentuh adikku, kamu tidak akan hidup sampai besok," ancam Ha Sun.

Shin Ci Soo sedikit tertegun melihat wibawa Ha Sun. Dia memuji Ha Sun pandai bicara hingga dia hampir tertipu. Dia bertanya siapa saja yang tahu identitas Ha Sun. Tentu saja Ha Sun tak sudi memberitahunya. Shin Ci Soo mengganti pertanyaannya dengan bertanya dimana Lee Hun dan kapan dia kembali.

Ha Sun teringat jawaban Lee Kyu dulu saat dia memberinya pertanyaan yang sama. "Dia mungkin akan kembali secepat kilat, atau lama seperti matahari terbit. Yang manapun itu aku tidak tahu."


Shin Ci Soo tidak peduli kapan Lee Hun kembali. Saat semuanya terungkap, raja akan diturunkan dari tahta karena mengijinkan badut menggantikannya. Untuk menjamin keselamatan Dal Rae, Shin Ci Soo meminta Ha Sun menginterogasi penjahat sendiri dan menetapkan Lee Kyu sebagai penjahatnya. Shin Ci Soo akan membawa Dal Rae sebagai saksi. Ha Sun terpaksa menyanggupinya.

Merasa belum cukup, Shin Ci Soo meminta Ha Sun untuk berlutut. Meski hatinya penuh amarah dan dendam, Ha Sun menekan semua perasaannya dan berlutut di hadapan Shin Ci Soo demi adiknya.


So Woon terkejut saat Ae Young memberitahunya kalau Ha Sun sendiri yang akan memimpin interogasi. Lee Kyu pun demikian. Saat Mo Young mengabarkannya, dia bergegas pergi ke halaman tempat interogasi. Di sana sudah ada para hakim dan juga Jinpyung. Shin Ci Soo datang tidak lama kemudian di susul Ha Sun setelahnya.


Seorang hakim bertanya siapa penjahat yang akan di interogasi. Dengan berat hati Ha Sun meminta Lee Kyu maju. Dia lalu meminta Shin Ci Soo membawa masuk saksi.

Pengawal membawa masuk Dal Rae yang kedua tangannya diikat.

"Dengarkan aku Sekretaris Lee," ucap Ha Sun dengan lirih. Tapi kemudian suaranya meninggi. "Aku akan menginterogasi Shin Ci Soo. Tangkap penjahatnya sekarang!!"


Semua orang terkejut. Terlebih Dal Rae saat dia melihat wajah raja di depannya. Pengawal menyeret Shin Ci Soo maju. Dia tidak terima dan melepaskan diri.

"Aku bukan penjahat!! Lee Kyu dan tikus itulah penjahatnya!" Ucap Shin Ci Soo sambil menunjuk Ha Sun.


Ha Sun turun dari singgasananya dan menghampiri Shin Ci Soo. "Dengarkan peringatanku. Aku tidak akan melepaskanmu malam ini jika kamu berani menyentuh adikku lagi," bisik Ha Sun.

"Beraninya kamu. Kamu bukan apa-apa selain badut rendahan. Berani sekali kamu membodohiku!"

Ha Sun menarik pedang seorang pengawal. Dia mengarahkannya ke leher Shin Ci Soo.

"Bahkan hantu akan meludahi wajahmu dan menghindarinya, dasar barbar! Dasar badut rendahan! Berani sekali kamu menghina raja negeri ini? Apa kamu mau mati?"


Seketika Dal Rae teringat dialog Ha Sun saat pentas yang sama persis dengan apa yang di ucapkan raja barusan. Dia menyadari kalau raja di depannya adalah kakaknya.

Shin Ci Soo tertawa. Dia memperingatkan semua orang disana jangan sampai tertipu badut rendahan yang mirip dengan raja. Dia meminta Dal Rae bersaksi kalau raja adalah kakaknya.


Dal Rae memandang Ha Sun begitupun sebaliknya. "Kakakku.... Kakakku sudah lama meninggal."

Shin Ci Soo panik sendiri. "Apa kamu tidak takut pada langit? Beraninya kamu bersumpah palsu?"

"Aku mengatakan yang sejujurnya. Bagaimana bisa aku berbohong di depan raja?"

Lee Kyu angkat bicara kalau tidak baik membiarkan gadis malang diperlakukan seperti penjahat. Ha Sun meminta Kasim Jo membawanya pergi.

Shin Ci Soo meminta Jinpyung membelanya. Tentu saja dia tidak berani. Bahkan para hakim yang biasa jadi sekutunya terang-terangan menyebut Shin Ci Soo sebagai penghianat. Shin Ci Soo masih terus ngoceh. Ha Sun tidak tahan dan menyuruh pengawal mengikatnya dikursi. (Pokoknya seru. Ha Sun bener-bener ngeluarin semua kebenciannya sana si Shin. Berkali-kali dia ngacungin pedangnya gatel banget pengen nebas kayaknya)


Shin Ci Soo diikat di kursi dengan mulut diganjal(?) dengan bambu kecil. Lee Kyu melaporkan kalau dia punya saksi yang bisa menjelaskan semua kejahatan Shin Ci Soo.

Mo Young membawa masuk Dayang Kim yang ternyata masih hidup. Dia berhasil menemukan Dayang Kim yang di sekap Shin Ci Soo disuatu ruangan.

Dayang Kim membongkar kejahatan-kejahatan Shin Ci Soo. Mulai dari menyuruhnya memeriksa luka raja. Membunuh pelukis istana dan menyebar poster di seluruh kota. Hingga memfitnah dayang istana ratu meletakkan jimat di kediaman Sun Hwa Dang. Dayang Kim jujur bahwa Sun Hwa Dang tidak terlibat karena Shin Ci Soo takut rencananya bocor jadi dia memberikan racun asli pada Hwa Dang waktu itu.

Dayang Kim dibawa pergi untuk dikurung di dalam penjara sementara untuk hukumannya Ha Sun akan mendiskusikannya dengan para hakim.

Ha Sun meminta Shin Ci Soo disiksa sampai mau mengaku. Tapi sampai pagi menjelang, Shin Ci Soo tetap gigih tidak mau mengakui kejahatannya meski tububnya sudah berdarah-darah.

Lee Kyu menyuruh ikatan mulut Shin Ci Soo dibuka. Dia bertanya apa Shin Ci Soo sudah mau mengaku. Shin Ci Soo malah meludah di depan Lee Kyu. Dia mengaku tidak melakukan kejahatan apapun.

Ha Sun bertanya pada para hakim hukuman apa yang pantas untuk Shin Ci Soo.


"Yang Mulia. Kejahatan Shin Ci Soo didukung bukti dan saksi. Itu sangat serius hingga kami tidak bisa mengatakannya sendiri. Itu adalah penghianatan yang tidak bisa dimaafkan. Berdasarkan Great Ming Code. Aku harap Anda bisa memerintahkan agar dia dipeng**l."

"Pemeng**lan Shin Ci Soo disetujui!" Tegas Ha Sun. Lee Kyu tertegun. Mungkin dia tidak menyangka Ha Sun berani mengambil keputusan seperti itu.

***

Mendengar tentang interogasi pamannya, Sun Hwa Dang langsung pergi ke halaman meminta berbicara dengan Shin Ci Soo. Awalnya pengawal menolaknya tapi akhirnya mengijinkannya juga. Hwa Dang terlihat kecewa.


"Katakan padaku bahwa kamu tidak sengaja membuatku keracunan. Aku benarkan?"

Shin Ci Soo menyuruh Hwa Dang mendekat. Dia berbisik kalau di kamarnya ada tanaman pot yang sangat dia sayangi.

"Ambil yang ada di dalamnya dan simpan dengan aman. Jika kamu mau tetap hidup, bergegaslah."

Pengawal memapah Shin Ci Soo pergi.

***

Lee Kyu memanggil Woon Shim ke istana. Woon Shim terkejut melihat Dal Rae di sebuah ruangan di dalam istana. Dal Rae langsung menghambur ke pelukan Woon Shim dan menangis. Lee Kyu meninggalkan mereka dan meminta Woon Shim menjaga Dal Rae.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu ada di dalam istana?"

"Tolong jangan tanyakan apapun padaku. Itu hanya akan membuat kakakku dalam bahaya."

"Aku tidak akan bertanya, jadi tolong jangan menangis," pinta Woon Shim. Dia lalu memberikan bingkisan dari Ha Sun. Dal Rae tersenyum senang karena Ha Sun memberinya biji hazel.

***

Lee Kyu menemui Ha Sun. Ha Sun langsung bertanya keadaan Dal Rae.

"Aku meminta Woon Shim menjaganya. Jadi dia akan baik-baik saja."

Ha Sun menarik nafas lega. Lee Kyu terus menatap Ha Sun.



"Kenapa kamu melihatku seperti itu?"

"Aku seharusnya tidak meninggalkanmu sendirian. Tetap saja, bagaimana bisa kamu mengungkap dirimu secepat itu pada Shin Ci Soo? Itu bukan tindakan cerdas. Semua yang kita kerjakan hampir saja sia-sia."

"Aku tidak bisa memikirkan apapun karena nyawa Dal Rae dalam bahaya."

"Itulah mengapa kamu harusnya menungguku."

Ha Sun berpendapat kalau menghadapi orang seperti Shin Ci Soo mereka harus bertindak cepat daripada harus berhati-hati.


Lee Kyu terdiam entah apa yang ada dalam pikirannya.

"Jadi bagaimana dengan Gab Soo?"

Bersambung ke The Crowned Clown episode 13 part 2

Baca juga sinopsis Item disini

Read More

Sinopsis K-Drama : The Crowned Clown ( Episode 12 Part 3 )

The Crowned Clown
Episode 12 Part 3


Sumber konten dan gambar : TVN

Baca The Crowned Clown part sebelumnya

Lee Kyu menyerahkan surat raja kepada pedagang Jurcheon. Pedagang itu menerimanya dan akan menyampaikan pada pemimpinnya. Mereka tidak sadar ada seseorang yang mengintai mereka. Pedagang itupun pergi. Ditengah jalan, dia merasa ada yang aneh. Dia mengeluarkan belatinya. Tapi ternyata tidak ada apapun. Dia menyimpan belatinya kembali.


Tuan Shin mengundang Jinpyung ke tempatnya. Di sana sudah ada Wakil MP yang duduk dengan santainya. Tuan Shin menunjukkan sekotak perak dari Jinpyung untuk Wakil MP (padahal kayaknya itu perak Tuan Shin).

Wakil MP lumayan terhibur melihatnya setelah sebelumnya dibuat kesal karena Lee Kyu minta waktu 1 tahun untuk menyiapkan prajurit. Dia meminta Jinpyung menepati janjinya untuk memberinya 20.000 prajurit dalam waktu setengah tahun.

"Apa yang tidak akan aku berikan agar bisa bertahta?"


Raja dan ratu mengunjungi ibu suri. Ibu Suri marah melihat So Woon hingga membanting mejanya. Dia berdiri menghakimi So Woon.

"Kamu tidak punya rasa malu? Sudah sepantasnya kamu bu**hdiri untuk menghindari penghinaan. Sulit kupercaya kamu kembali kemari dengan liciknya."

Ha Sun berusaha membela So Woon. "Berhentilah menghinanya! Aku mengijinkan semuanya."

"Itulah masalahnya. Karena kamu memakluminya, dia mencemari jabatannya. Aku tidak tahan lagi melihat keangkuhannya. Ratu, jika kamu punya hati nurani, lengserlah dari jabatanmu sebelum istana memutuskan melengserkanmu dan meracunimu."

So Woon minta maaf karena dia tidak bersedia. Ibu Suri bertambah marah. Dia menuduh So Woon licik. Ha Sun tidak tahan lagi. Dia menyuruh Ibu Suri berhenti menghina So Woon. Dia mengancam akan memberitahu rakyat kalau Ibu Suri mengancam meminta Lee Kyu menyerahkan stempel dan plakatnya selagi dia tidak ada di istana. Bahkan dia diserang oleh pembu**h.


Ibu Suri kehilangan kata-kata. Ha Sun menganggap diamnya Ibu Suri sebagai tanda dia menerima kembalinya ratu. Dia lalu menarik So Woon pergi dari sana.

Ibu Suri ambruk ke lantai. Kemarahannya sudah sampai ubun-ubun. Dia berteriak penuh emosi.


Ha Sun senang melihat laporan Ho Geol. Dia memujinya punya kinerja yang bagus. Ho Geol nyengir ikut memuji diri sendiri.

"Nantikanlah kinerja baikku selanjutnya."

"Baiklah. Kamu boleh pergi."

Cengiran Ho Geol lenyap. "Secepat ini? Bertanyalah jika ada lagi yang ingin Anda ketahui."

Ha Sun melirik Kasim Jo. Kasim Jo langsung menarik Ho Geol pergi. Lee Kyu pun memberinya isyarat untuk pergi. Ho Geol memanggil-manggil Yang Mulia tidak rela berpisah dengannya begitu cepat. (Wkwkckck. Ho Geol kan udah jatuh cinta sama kebaikannya Ha Sun)

Ha Sun ingin mendengar pendapat rakyat soal aturan pembayaran beras. Lee Kyu menyarankannya untuk langsung turun kejalan untuk bertanya langsung sekaligus menghibur rakyat atas kesulitan mereka. Ha Sun sangat antusias. Dia jadi teringat Dal Rae dan Gab Soo. Tapi dia sadar, demi keselamatan mereka dan demi tugasnya sebagai raja, dia tidak bisa menemui mereka lagi. Dia harus  memutus hubungannya dengan masalalunya.

Ha Sun meminta Lee Kyu segera membawa Dal Rae dan Gab Soo ke tempat yang aman. Agar Ha Sun bisa lebih mudah melanjutkan hidup. Lee Kyu terlihat kagum sekaligus kasihan pada Ha Sun.

Ha Sun mengambil bungkusan kecil di dalam laci. Dia memberikannya pada Lee Kyu memintanya untuk memberikannya pada Dal Rae. Ternyata isinya adalah kacang hazel.


Ho Geol sedang sibuk menghitung entah apa di tengah jalan. Dia sampai tidak dengar Mo Young memanggilnya 'Tuan' berkali-kali sampai Mo Young dengan kesal memutar bahunya.

Ternyata Ho Geol tidak tahu kalau yang di panggil Tuan itu dirinya. Dia tertawa.

"Jadi sekarang sebutanku Tuan? Hahaha."

Mo Young menyampaikan pesan Lee Kyu yang akan menjemput Dal Rae dan Gab Soo besok malam.


Kasim Jo menyajikan kesemek kering untuk Ha Sun padahal Ha Sun sudah bilang tidak makan camilan di malam hari. Kasim Jo memberitahunya kalau kesemek kering dari Sancgheong sangat enak.

"Aku bahkan tidak bisa berhenti memakannya," ujar Kasim Jo sambil menelan ludah.

"Apa ini begitu lezat?"

Ha Sun mencobanya dan langsung memuji kelezatannya (emang kelihatan enak banget sih, di Indonesia ada nggak yah kesemek kering? Jadi pengen coba, hehe). Lagi-lagi Kasim Jo menelan ludah. (Sampai bunyi glekk)

"Kasim Jo!"

Kasim Jo mendekat dengan sangat antusias berharap Ha Sun akan mengijinkannya makan seperti biasanya.

"Tolong antarkan sebagian untuk Ratu. Makanan enak lebih baik dibagi."

Kasim Jo langsung kecewa berat. Tapi dia mengiyakan perintah Ha Sun dan segera membawa kesemek itu.


Ha Sun memanggilnya lagi. Dia mengulurkan sebuah kesemek untuk Kasim Jo. Kasim Jo sangat senang menerima sebiji kesemek kering. Dia langsung memakannya saat itu juga. Ha Sun tersenyum lebar berhasil mengerjai Kasim Jo. (Jahil juga si Ha Sun nih)


So Woon senang melihat kesemek kering kiriman Ha Sun. Di tambah, Ha Sun juga menyertakan surat yang berisi ajakan pada So Woon untuk ikut prosesi besok.


Dal Rae dan Gab Soo sedang berkemas saat Ho Geol datang membawakan sarapan. Ho Goel heran mereka datang tidak membawa apa-apa tapi sekarang kenapa mengemas banyak barang?

Ho Geol hendak menarik baju miliknya yang akan dibawa Gab Soo tapi dia malah mengambil poster Ha Sun. Dal Rae dan Gab Soo saling berpandangan cemas.

Ho Geol melotot melihat poster itu. Suasana seketika jadi tegang. Ho Goel seperti akan mengatakan sesuatu yang serius. Tapi ternyata....

"Kalian begitu mengagumi raja seperti aku?"


 Dal Rae dan Gab Soo sontak kaget. Ho Geol memberitahu kalau hari ini raja akan datang mengunjungi kota. Dia sangat senang karena rakyat akan punya kesempatan melihat wajah tampannya. Dal Rae tampak memikirkannya.

Ho Geol pamit berangkat kerja. Dal Rae segera mengutarakan niatnya untuk melihat raja dengan mata kepalanya sendiri. Gab Soo sebenarnya melarangnya. Tapi Dal Rae berlari begitu saja hingga Gab Soo terpaksa mengejarnya.

***

Lee Kyu menitipkan kacang hazel untuk Dal Rae kepada Woon Shim.


Ha Sun menunggang kuda dikawal beberapa prajurit. Dia pergi ke pasar. Orang-orang langsung berlutut menyambutnya. Ha Sun menyuruh mereka berdiri lalu memesan seporsi gukbap.

Ha Sun bertanya apa keluhan rakyatnya. Dia mengumpat saat mendengar bangsawan merebut tanah tidak berpemilik yang diolah oleh rakyatnya. Dia lalu mengijinkan tanah tak berpemilik itu dimiliki rakyatnya.

Melihat kebaikan rajanya, rakyat berlomba-lomba mengutarakan kesulitan mereka. Ada hutang dengan bunga sampai 70%. Bahkan ada yang mengeluh istrinya diambil majikannya.

Karena semuanya ingin di dengar, Ha Sun menyuruh mereka semua berbaris. Dia tersenyum pada So Woon yang memperhatikannya dari jauh dengan bangga.


Kebetulan Yi Gyeom lewat dan melihat semuanya. Dia bergegas pergi untuk melapor pada ayahnya. Dal Rae yang juga sedang lewat terkejut melihat Yi Gyeom. Dia segera bersembunyi dengan ketakutan. Yi Gyeom tidak melihatnya tapi pelayan Tuan Shin sempat meliriknya.

Gab Soo melihat ke arah Dal Rae memandang. Gab Soo pergi setelah tahu kalau orang yang barusan lewat adalah orang yang dulu menganiaya Dal Rae. Dia menyambar sebuah celurit lalu menyerang Yi Gyeom dengan marah hingga mengenai tangannya. Pengawal Yi Gyeom segera membekuknya.


Dal Rae yang sedang meringkuk ketakutan, dibawa pergi oleh pelayan pribadi Tuan Shin. Si pelayan menyerahkan belati milik Lee Hun yang dia dapatkan dari Dal Rae kepada Tuan Shin. Tuan Shin jelas senang merasa menemukan bukti penghianatan Lee Kyu. Dia berniat pergi ke kementrian hukum.

Menteri sekutu Tuan Shin menemui Ha Sun untuk melapor insiden penyerangan Yi Gyeom oleh Gab Soo. Dia melirik tajam ke arah Lee Kyu dan Ha Sun.



Di ruangannya, Ha Sun mengutarakan niatnya untuk menemui Gab Soo. Lee Kyu menenangkannya dan berkata dia yang akan memeriksanya. Dia meminta Ha Sun percaya saja padanya.

Lee Kyu bertemu Ho Geol di depan penjara. Petugas mengatakan kalau Gab Soo disana sendiri tanpa seorang gadis bernama Dal Rae. Ho Geol yakin petugas berbohong karena keduanya pasti ditangkap karena memiliki belati dengan ukiran naga. Lee Kyu terkejut mengetahuinya. Dia ingat itu adalah belati yang diberikan mendiang raja kepada Lee Hun saat masih menjadi putra mahkota. Lee Kyu bergegas pergi meninggalkan Ho Geol yang kebingungan. (Kok aku deg degan ya)


Shin Ci Soo (aku sebut Shincisoo aja ya, soalnya enek nulis dia tuan. Sebel banget sama karakternya. Akting ngeselinnya dapet banget) menemui raja dengan membawa belati raja. Dia minta bicara empat mata. Kasim Jo meninggalkan mereka meskipun sebenarnya dia sangat khawatir.

Shin Ci Soo membahas soal Gab Soo sambil meniliti ekspresi Ha Sun. Ha Sun berhasil menyembunyikan perasaannya. Shin Ci Soo lalu menunjukkan belati itu.

"Kenapa benda ini ada padamu?"

"Sebenarnya aku menemukan belati ini dari gadis bernama Dal Rae. Dia bersama badut yang menyerang putraku. Kaisar Ming memberiku belati ini sebagai hadiah untuk raja. Tapi badut rendahan itu memilikinya. Aku sangat kaget hingga menunjukkannya pada Anda. Bukankah belati ini yang selalu Anda bawa?"

"Aku ingat. Aku membawanya tadi saat ke pasar. Mungkin itu terjatuh disana."

Jegerrrrrrr

Hasun tidak menyangkal belati itu hadiah dari kaisar Ming, padahal sebenarnya pemberian dari mendiang raja. Terbongkar sudah penyamaran Ha Sun. Shin Ci Soo berdiri. "Kurang aj*r!! Bongkarlah kedokmu atau nyawa gadis itu akan terancam."

Tangan Ha Sun bergetar. Dia lalu mengambil sesuatu dari lacinya. Dia berjalan mendekati Shin Ci Soo dengan kilatan kemarahan di matanya. Ha Sun melempar dua buah koin ke hadapan Shin Ci Soo.


"Baiklah. Aku yang kau bayar dua nyang!!"

Shin Ci Soo tentu senang mendengarnya. Dia tertawa sangat puas.


Bersambung ke The Crowned Clown episode 13 part 1

Komentar :

Akhirnya ketahuan juga si badut. Aku pikir tadi pas buka laci Ha Sun ngambil apa gitu yang bisa buktiin dia raja. Tapi eksekusi endingnya kerenlah. Sepandai-pandainya tupai melompat bakal jatuh juga toh? Haduh bakal tegang nih di episode selanjutnya.

Btw, akting semua aktornya keren-keren. Masing-masing dapet banget meranin karakternya menurutku. Kecuali yang jadi Yi Gyeom ding. Dia kan ceritanya jahat, tapi tatapannya terlalu lembut. Mukanya nggak cocok jadi antagonis wkwkckck.







Read More

Sinopsis K-Drama : The Crowned Clown ( Episode 12 Part 2 )

The Crowned Clown
Episode 12 Part 2


Sumber konten dan gambar : TVN

Baca The Crowned Clown part sebelumnya

So Woon sedang berdoa untuk Lee Hun. Ae Young memberitahunya ada Lee Kyu di sana.

So Woon bicara berdua dengan Lee Kyu. Lee Kyu tidak tahu bagaimana harus berterimakasih pada So Woon karena bersedia kembali ke istana.

"Kamu tidak perlu berterimakasih padaku. Aku kabur untuk menghindari hukumanku. Dan aku kembali untuk menebus kesalahanku. Sekarang tugasku, hanya melindungi orang yang sama-sama kita tahu. Demi melindunginya, aku bersedia melakukan apapun."

Lee Kyu tersenyum tipis. "Aku pernah mendengar seseorang mengatakan hal serupa. Seseorang di biro raja, pernah hampir menghadapi kematian. Itu yang dia katakan padaku setelahnya. Untuk melindungi hal berharga, dia bilang ingin memiliki kekuasaan. Aku berjanji, aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk melindungi kalian berdua."


Tuan Shin menjamu Wakil MP dengan banyak makanan. Dia berterimakasih karena Wakil MP sudah membantunya.

"Satu-satunya alasan aku ingin kau kembali menjabat, agar aku bisa memberikan seribu tentara Joseon untuk Kaisar. Jangan lupa itu."

"Tentu saja. Jangan cemas."


So Woon memandang bulan sabit di langit. Ha Sun datang menghampirinya.

"Kamu masih harus beristirahat. Kenapa datang jauh-jauh kemari?"

"Aku sangat cemas dan merasa bersalah tidur di bawah selimut hangatku."


Ha Sun memakaikan mantel pada So Woon. Dia lalu memintanya mengulurkan tangan. Ha Sun memberi So Woon empat buah kacang hazel seperti yang pernah dia lakukan dulu.

So Woon tersenyum mengingatnya. Ha Sun ikut tersenyum melihat pujaan hatinya tersenyum.


"Apa kamu ingat? Jika kamu memecahkan kacang hazel dan membuat permohonan, goblin penjaga rumah akan datang dan mengabulkannya."

So Woon mengangguk. Ha Sun memintanya memecahkan satu hazel dan membuat permohonan saat bosan. Siapa tahu goblin benar-benar tinggal di sana.

So Woon tersenyum mendengar celotehan Ha Sun. "Sampai kapan kamu akan bicara formal padaku? Aku sudah kembali ke istana, berhentilah bicara formal dan bicaralah seperti dahulu. Aku merasa lebih nyaman dan lebih bisa menjamin keamananmu."

Ha Sun merasa tidak enak. "Bagaimana aku berani.... Baiklah, aku akan menurutimu. Kapan kamu akan kembali ke ruanganmu?"

"Tiga hari. Hanya itu yang kuminta."

"Baiklah."


So Woon melihat kacang hazel di tangannya lalu menatap Ha Sun. "Namaku So Woon. Yoo So Woon."

"So Woon. Yoo So Woon. Nama yang indah."

"Katakan juga namamu."

"Ha Sun. Nama yang hangat."

Sehangat senyum mereka berdua, hehe.

***

Ha Sun terkejut saat Lee Kyu melapor kalau Ming meminta prajurit Joseon. Lee Kyu menjelaskan, kalau mereka menolak, Ming akan menyerang mereka. Tapi kalau kita menurut, maka Jin Akhir (pasukan Jurcheon yang menyerang perbatasan) tidak akan membiarkan Joseon.


Ha Sun dilema. Keputusan apapun yang dibuat akan menyebabkan pertumpahan darah. Ha Sun kesal kenapa Ming Dan Jin akhir tidak berperang tanpa melibatkan Joseon.

"Apa tidak ada solusi untuk menghentikan peperangan ini?"

"Apa kamu pernah berjalan di atas tali?"

"Aku badut. Tentu saja pernah. Kenapa kamu bertanya begitu?"

"Mulai sekarang, kita berdua akan berjalan di atas tali. Apa kamu bersedia?"

***

Tuan Shin dan Yi Gyeom masuk ke balai pertemuan. Sekutu mereka memberi selamat karena Tuan Shin diangkat menjadi anggota dewan penasehat.


Ha Sun masuk. Dia tidak suka melihat Yi Gyeom ada di sana.

Baru juga menjabat, Tuan Shin sudah memaksa Ha Sun mengirim 10.000 prajurit ke Ming (padahal kan Ming cuma minta 1000 ya). Dia bahkan sampai berlutut dan mengatakan Ming itu ayah bagi Joseon.

Ha Sun tak gentar. Dia menolak dengan tegas. "Jika Joseon adalah putra Negara Ming, maka aku adalah ayah bagi rakyatku. Bagaimana aku bisa mengutus putraku masuk ke lubang api padahal tahu itu akan membinasakan mereka? Lebih baik aku bersalah pada negara Ming."

Tuan Shin masih keukeuh mendebat raja. Ha Sun menantangnya. "Aku turuti permintaanmu. Silahkan berperanglah bersama Ming dengan para pejabat dan cendikiawan!"


Semua pejabat tertegun.

"Kenapa kamu diam saja? Aku memberimu ijin. Kamu akan melakukannya atau tidak?"

Seorang pejabat mengatakan Ha Sun berkata tidak masuk akal. "Diam! Negeri mana yang kalian layani? Kalian menghargai darah kalian sendiri tapi tidak peduli dengan rakyat."

Ha Sun menggebrak meja. "Kalian memalukan!!" Ha Sun melenggang pergi. Beberapa pengikut Tuan Shin ikut berlutut memohon pada raja. (Ngapain ya wong Ha Sunnya juga udah pergi, HAHA)


Lee Kyu menemui Wakil MP untuk menyampaikan penolakan raja. Wakil MP terlihat saaaangat tidak suka pada Lee Kyu. Lee Kyu menjelaskan kalau Joseon tidak melatih prajurit dan petani secara terpisah. Jadi butuh waktu untuk merekrut dan melatih prajurit untuk Ming. Jika Ming berkenan, raja minta waktu 2 tahun untuk melatih prajurit. Wakil MP menawar satu tahun. Lee Kyu akan menyampaikannya pada raja.

***

Lee Kyu memberikan surat untuk Jenderal Nurhachi pada Ha Sun. Surat itu mengatakan kalau Joseon tidak akan memberi bantuan pada Ming dan tidak akan menyerang Aisin Gioro sekalipun terjadi perang. Surat itu akan mencegah Aisin Gioro menyerang Joseon untuk sementara waktu.

"Kalau kau setuju denganku, silahkan stempel surat itu." (Sekarang Lee Kyu udah nggak menganggap Ha Sun sekedar pengganti raja ya. Dia memperlakukan Ha Sun sebagai partnernya)


"Aku tidak tahu apa aku berhak untuk itu."

"Kalau bukan kau, siapa lagi yang bisa melakukannya?"

Ha Sun mengambil stempel raja dan dengan yakin menstempel surat itu.

Bersambung ke The Crowned Clown episode 12 part 3




Read More

Sinopsis K-Drama : Item (Episode 4 Part 1)






Baca Item episode sebelumnya

Tuan Shin baru saja meletakkan telepon saat Gon datang. Dia memberitahu Gon kalau dia dipanggil Wakil Jaksa Penuntut Lee Han Gil.


Gon masuk ke kantor Jaksa Lee. Dengan dingin Jaksa Lee bertanya apa Gon beristirahat dengan baik.

"Tentu tidak. Aku bekerja." (HAHA)

Jaksa Lee melempar sebuah dokumen pada Gon dan meminta Gon segera menyelidiki pembun**han kepala jaksa Kim Jae Gu.

"Kau pasti tahu hubungan jaksa Kim dengan Jo Se Hwang. Sebelum terlalu berisik, tangkap pelakunya!"

"Aku menyelediki korban bukan untuk Jo Se Hwang."

"Kau belum belajar? Kau harus menyadari apa yang baik dan buruk bagimu setelah membusuk selama 3 tahun di sana."

"Aku tahu Jo Se Hwang sangat buruk. Aku akan menyelidiki kasus sesuai hukum dan hati nuraniku."

Gon memberi hormat lalu pergi.

"Astaga anak bandel itu!" Gerutu Jaksa Lee.

***

Gon mendapat telepon dari pengasuh Da In bahwa dia harus pulang karena cucunya terluka. Dia khawatir karena Da In sendirian. Gon berkata akan segera pulang meskipun sebenarnya dia belum selesai bekerja.


Di dalam mobil, berkali-kali Gon mencoba menghubungi Da In tapi tidak diangkat. Terlihat ponsel Da In tergeletak di meja belajar. Kontak Gon dinamai Paman Kikuk.

Ternyata Da In sedang memainkan pianikanya di ayunan taman. So Young yang baru saja memarkirkan mobilnya menghampiri Da In dan bertanya kenapa Da In belum pulang. Tentu saja Da In tidak menjawab.


So Young duduk di ayunan samping Da In. Dia bilang dia juga suka main pianika saat masih muda. Dia menunjukkan id card polisinya pada Da In untuk meyakinkan Da In kalau dia tidak berbahaya karena dia polisi.

"Kamu memainkan lagu itu untuk siapa?" Tanya So Young.

Da In meminta So Young mengulurkan tangannya. Da In lalu menulis 'samchoon' dengan jarinya di telapak tangan So Young.

So Young tersenyum lalu mengajak Da In melihat bintang-bintang bersamanya di rooftop.


So Young berbaring di dipan dan meminta Da In berbaring juga karena dengan posisi itu mereka bisa melihat bintang dengan jelas. Da In memilih tetap duduk sambil mendongak ke langit melihat bintang-bintang. Akhirnya So Young duduk. Dia bercerita kalau dia juga seperti Da In saat masih muda. Dia tidak tahu kenapa Da In seperti itu. Tapi untuknya, itu karena dia merasa hanya dia yang selamat.

"Aku merasa sangat kasihan pada ibu. Jadi aku tidak bisa bicara pada siapapun."

Da In meneteskan airmata. Dia menghapusnya saat So Young melihatnya.

"Jadi tidak apa-apa kau tidak bicara sekarang. Begitu waktu berlalu, kau ingin berbicara lagi."

***

Gon berlari menuju apartemennya. Dia memanggil-manggil Da In dan tentu saja tak ada jawaban. Gon membuka kamar Da In dan melihat ponsel di meja. Dengan cemas Gon berlari keluar mencari Da In.

***

DaIn mengambil tangan So Young dan menulis terimakasih. So Young tersenyum. Saat itulah Gon datang. Dia langsung menghampiri Da In dan berlutut memegang tangannya.


"Maafkan paman karena sudah membuatmu menunggu."

Da In mengangguk. Gon berterimakasih pada So Young. So Young bilang tidak apa-apa karena mereka bertetangga. Gon lalu pamit pergi. Da In melambaikan tangannya pada So Young. So Young tersenyum membalas lambaian tangannya.

Setelah Gon Da In pergi, So Young menatap langit.

"Ibu. Apa kau ingat? Kau juga pernah seperti itu dulu. Saat aku kembali ke sekolah dan di rumah sendirian, kau akan meminta maaf karena membuatku menunggu."

So Young sedih sendiri dan menghibur diri sendiri. "Ah angin sepoi-sepoi sangat menyenangkan."


Gon sedang melihat foto-foto pada kasus yang sedang dia tangani. Dia lalu mengetikkan kata kunci "kekuatan gaib di kehidupan nyata" pada laptopnya. Dia sepertinya stress sendiri memikirkan kejadian aneh yang dia alami. Tiba-tiba terdengar suara dari kamar Da In. Gon segera mengeceknya dan melihat ke jendela yang tirainya tidak di tutup. Gon tersenyum lalu membetulkan selimut Da In. Dia menggenggam tangan ponakannya sejenak dan mengembalikan buku 'alice from wonderland' ke meja kemudian keluar dari kamar Da In. Gon tidak melihat kalau Da In ternyata mengenakan gelang ajaib yang ada dalam mimpi Gon. Gelang itu menyala dan menerangi ruangan.


Esok harinya, Gon kaya ibu-ibu rempong mengurusi anaknya pergi kesekolah.

Sedangkan So Young tampak meminum obat sebelum berangkat kerja bersama ayahnya.

***

Gon kembali memeriksa foto-foto kasus jaksa Kim. Dia lalu pergi ke tkp di ikuti Tuan Shin.


So Young mengetuk pintu ruangan professor Kyung Hee. Dia ingin melihat laporan hasil otopsi jaksa Kim. Dia terkejut saat melihat laporan itu.

"Apakah Jaksa Kim dan Nam Chul Soo dibu**h dengan senjata yangvsama?"

"Itu sangat mungkin."

"Professor. Bokehkah aku mengambil laporan ini?"

Prof. Kung Hee menyindir kalau ada pencuri di badan forensik karena ada banyak sekali data yang hilang. So Young tersenyum dan mengambil laporan itu.

"Aku menangkap pencurinya."

"Kenapa ayah bodoh itu bisa punya putri yang sangat pintar?" Gumam prof. Kyunghee setelah So Young pergi.


Gon dan Tuan Shin sampai di tkp. Petugas polisi disana memberitahu kalau cctv mati saat kejadian. Dia mengira itu karena konsleting listrik akibat hujan. Tuan Shin merasa aneh karena setelah itu listrik langsung nyala kembali. Gon pun masuk ke gedung tkp untuk memeriksa sakelar secara langsung. Dan sakelarnya ternyata bersih dan kering. Itu artinya bukan hujan yang penyebabnya.

Gon beserta Tuan Shin dan petugas polisi berkeliling memeriksa tkp. Gon menemukan selebaran restoran dan memungutnya. Kebetulan deliveryman dari restoran itu lewat. Gon langsung bertanya apa dia mengantar makanan ke sana kemarin.

"Ah benar. Aku sangat ketakutan kemarin. Aku melihat cahaya aneh. Aku sampai merinding di sekujur tubuhku?"

"Apa yang kau katakan? Kau melihat cahaya aneh?" Tanya Gon.

"Kau akan memesan makanan bukan?"

"Aigoo," gerutu Tuan Shin.


Gon dan Tuan Shin memeriksa cctv ditemani seorang petugas wanita. Mereka merasa aneh saat melihat cahaya dari dalam mobil. Si wanita menduga itu fenomena supernatural. Gon langsung mengingat perkelahiannya dengan pria botak. Dia meminta petugas untuk memberikannya laporan rinci tentang cahaya itu padanya.  Gon pergi dari sana dan meminta Tuan Shin menyelesaikan memeriksa cctv.

***

So Young meminta ijin pada kepala polisi untuk menyelidiki kasus jaksa kim dan Nam Chul Soo sebagai kasus pembunuhan. Detektif Choi lagi-lagi menentangnya. Mereka berdua berdebat merasa benar sendiri. Kepala polisi sampai pusing melihatnya. Detektif Seo Yo Hun membela So Young. Dia bersedia menjadi asisten So Young.


Detektif Choi melirik tajam So Young saat keluar ruangan. Detektif Kim segera mendorongnya untuk segera pergi agar tidak terjadi keributan lagi.

Begitu Yo Han keluar, So Young langsung menjewer telinganya menariknya ke ruangan arsip.

"Kau mengasihaniku. Tidak perlu memihakku. Lakukan saja pekerjaanmu."

"Apa pekerjaanku?"

"Apa?"

"Bukankah pekerjaanku adalah menyelesaikan kasus? Aku menjadi detektif karena ingin menangkap penjahat sepertimu."

So Young mengalah. "Baiklah. Aku terlalu berlebihan."


Yo Han tersenyum. "Kau seorang profiler. Kau harus menyusun seperti apa penjahat itu. Aku yang akan menangkapnya." Dia lalu mengelus-elus rambut So Young.

"Hei."

"Aku pergi kalau gitu."



Bersambung ke Item episode 4 part 2


Read More