Sinopsis K-Drama : The Crowned Clown ( Episode 3 Part 1 )

The Crowned Clown

Episode 3 Part 1

Sumber : TVN





"Ajari aku caranya."

Lee Kyu tertawa. Dia lalu merebut pedang di tangan Ha Sun dan mengacungkannya ke leher Ha Sun.

"Kau bicara omong kosong!! Aku harus memenggal kepalamu sekarang untuk menghapus masalah di masa depan."

Ha Sun maju selangkah.

"Kau tidak akan membunuhku demi Yang Mulia Raja. Benarkan?"

"Apa yang sebenarnya kamu mau?"

"Apakah aku ditikam, diracun, atau dicincang berkeping-keping, aku tidak peduli. Aku akan melakukan apapun yang kamu suruh. Dengan sempurna memerankan peran raja. Dan mati untuknya. Aku akan melakukan melakukan semua itu dengan satu syarat."

"Dengan kekuasaan yang akan diberikan padamu, kau berharap mengakhiri hidup seseorang?"

Lee Kyu bertanya siapa yang telah membuat Ha Sun berani mengambil resiko. Ha Sun menjawab anak Tuan Shin, Shin Yi Gyeom. Lee Kyu terkejut.

"Adik perempuanku, Dal Rae. Dia disiksa dengan brutal oleh tangan Shin Yi Gyeom."

Ha Sun tak kuasa menahan tangisnya.

"Aku akan membuatnya menyesal dilahirkan. Aku akan menyiksanya hingga ujung kematian sampai dia memohon. Keputusan ada di tanganmu. Akankah kamu akan membunuhku sekarang juga atau tidak. Atau kamu akan mengorbankanku menggantikan raja."

Lee Kyu tampak berpikir.

Di luar, Kasim Jo menyambut Ha Sun.

"Yang Mulia."

"Kasim Jo. Ini aku."

Ha Sun lalu berjalan pergi di ikuti para dayang. Lee Kyu meminta Kasim Jo untuk membiarkan Ha Sun tetap di kamarnya untuk hari ini. "Jika ada yang ingin bertemu, bilang saja Raja ingin sendirian."


Moo Young melaporkan hasil penyelidikannya terkait dayang yang keracunan. Dia membawa Lee Kyu ke suatu tempat dimana di sana terlihat seorang dayang gantung diri. Dia dayang yang membubuhi racun pada makanan raja.

Dayang Kim melaporkan hal yang sama pada Tuan Shin. Mereka menebak ini perbuatan ibu suri. Dayang Kim juga memberitahu bahwa raja tidak ingin ditemui siapapun termasuk dirinya. Raja hanya ditemani Kasim Jo seorang.

Tuan Shin heran padahal biasanya raja meminta Dayang Kim untuk menemaninya di saat-saat seperti ini.

"Kenapa dia tidak mengijinkanmu masuk?"

"Sebenarnya, raja juga tidak lagi meminta obat selama beberapa hari terakhir."

"Sudah kuduga. Itulah sebabnya dia menyelamatkan hidup Tuan Yoo. Bagaimanapun, kau tidak boleh membiarkan raja fokus pada urusan istana. Buatlah dia santai. Itu adalah tugasmu.Ingat itu!"

Tuan Shin melenggang. Dayang Kim terlihat kesal.


Beberapa orang terlihat mengikuti Lee Kyu yang sedang berjalan menuju suatu tempat. Lee Kyu sepertinya menyadarinya. Dia masuk ke tempat hiburan.


Woon Shim membantu Lee Kyu memakai pakaiannya. (Pakaiannya tadi orange, sekarang biru) Lee Kyu bertanya tentang Dal Rae yang katanya pergi tadi malam.

"Kenapa kau tertarik dengan gadis itu?"

"Kau tahu atau tidak?"

"Dia pergi dengan tergesa-gesa. Bagaimana aku bisa tahu dia pergi kemana. Kau adalah kepala sekretaris raja yang selalu setia di sisinya. Lebih baik kau tidak mengunjungi tempat hiburan di siang hari. Bagaimana kalau rumor tentangmu menyebar?"

Lee Kyu meraih pergelangan tangan Woon Shim.

"Melihat bagaimana kau mengalihkan topik. Kau pasti tahu kemana dia pergi."

"Kau pernah bilang padaku untuk menyembunyikan apa yang aku tahu dan tidak tahu jika aku ingin selamat."

"Benarkah?"

"Itulah yang kau katakan padaku saat Tuan Gil Sam Bong meninggal."

Seketika Lee Kyu melepaskan tangan Woon Shim. Raut mukanya berubah.

"Kenapa kau terkejut? Bukankah itu caramu untuk bertahan juga?"

Lee Kyu tersenyum sinis.

"Lidahmu sangat tajam. Aku sudah pasti mati jika itu benar."

Ha Sun melamun mengingat kejadian sebelum dia kembali ke istana.

Flashback

Ha Sun bicara dengan Woon Shim.

"Kenapa kau menyelamatkanku?"

"Kita ada dalam situasi yang sama. Aku tidak bisa pura-pura buta lagi. Lee Kyu tidak akan membiarkannya begitu saja jika dia tahu. Lebih baik kita memindahkan Dal Rae dan Gab Soo ke tempat yang lebih aman."

Malamnya, Woon Shim mengendap-ngendap melihat situasi. Setelah memastikan semuanya aman, dia menyuruh Ha Sun dan Gab Soo keluar. Gab Soo menggendong Dal Rae yang tertidur di punggungnya.


Ha Sun membuka penutup kepala Dal Rae. Dia sedih karena harus berpisah dengan adik dan pamannya. Gab Soo menangis.

"Haruskah kau pergi?" Tanya Gab Soo.

"Ya. Aku harus pergi."

"Aku ingin sekali memecahkan kepala bangsawan itu. Tapi kita bisa menangkapnya. Aku tahu perasaanmu pasti lebih buruk. Kamu pasti juga sangat marah."

"Kita adalah badut. Kita tidak bisa memilih dimana kita tampil. Itu yang kau katakan padaku. Aku akan kembali dengan selamat. Jangan khawatir."

"Tentu. Orang tidak mati dengan mudah."

Ha Sun memandang wajah Dal Rae sekali lagi, lalu menutupnya. Dia menangis memegang tangan Dal Rae yang terkulai.
Woon Shim mengingatkan Ha Sun kalau dia bisa tertangkap kalau tidak bergegas. Ha Sun memantapkan hatinya. Dia berlari dengan sangat kencang. Menahan semua perasaan sedihnya.

Flashback end

Kasim Jo bertanya, "Kau sudah berhasil melarikan diri. Kenapa kau kembali?" (Kayaknya Kasim Jo sebenarnya kasian sama Ha Sun)

"Aku kembali untuk balas dendam."

Kasim Jo kaget. "Apa maksudmu?"

Ha Sun tidak menjawab. Dia malah bertanya kapan Lee Kyu kembali.

"Mungkin dia menghabiskan waktu setengah hari."

Orang-orang yang mengintai Lee Kyu terkecoh saat melihat seseorang dengan pakaian Lee Kyu keluar dari tempat hiburan. Lee Kyu pun akhirnya berhasil pergi dengan aman. Dia mendatangi sebuah rumah tengah gunung. Di sanalah Lee Hun berada.

"Badut rendahan memiliki permintaan? Dia terlalu percaya diri. Apa kau menerima permintaannya?"

"Yang Mulia. Kita tidak tahu siapa, bagaimana, dimana, dan kapan percobaan pembunuhan terhadapmu. Dia setuju untuk mati menggantikanmu jika perlu. Jika hanya untuk mengetahui siapa yang menginginkan kematianmu, bukankah kita memerlukannya?"

Lee Hun mulai marah. "Aku menyuruh untuk memenggal kepala ayah mertua. Tapi dia malah diasingkan. Bagaimana kamu bisa yakin kalau dia tidak akan kembali memberontak? Atau kamulah yang merencanakan pemberontakan?"

Lee Kyu terkejut Lee Hun menuduhnya seperti itu. Dia sedikit meninggikan suaranya. "Bagaimana bisa Yang Mulia mengatakannya."

Lee Hun panik takut seseorang mendengar suara Lee Kyu. Dia mendekati Lee Kyu lalu berbisik di telinganya.

"Seseorang mungkin dengar."

"Jika yang kau maksud adalah biksu. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya."

"Itu bukan apa yang aku takutkan. Yul, adikku. Dia kembali. Dia pasti memalsukan kematiannya dan kembali untuk menghantuiku."

Lee Hun merangkak ke balik meja. Dia terlihat ketakutan. Dia lalu berpindah ke pojok ruangan dan meringkuk di sana.

"Dimana Dayang Kim? Pergilah dan katakan padanya untuk membawakan cerutuku(obat)."

Biksu mengunci pintu dari luar. Dia berbicara dengan Lee Kyu.

"Aku mengambil cerutunya. Jadi dia pergi ke kuil untuk menanyakan obat. Aku menemukannya pingsan di sekitar gunung saat fajar. Sejak saat itu, dia mulai merasa mendengar sesuatu."

"Kau adalah tabib. Tidak bisakah kau menemukan cara untuk mengobatinya?"
Biksu bertanya siapa sebenarnya Lee Hun, sampai-sampai Lee Kyu sangat perhatian padanya.

"Setelah Tuan Gil Sam Bong meninggal, dan kamu sekarat di penjara. Dialah yang mengurusi jenazah Tuan Gil dan juga membantumu melarikan diri. Kamu harus melakukan segala kemampuanmu untuk memulihkannya."

Seorang dayang meminta maaf pada ibu suri karena tidak bisa melakukan tindakan pencegahan. Ibu suri tidak menyalahkannya. Dia bertanya apa dayang itu membawa apa yang dia minta. Dayang itu mengiyakan dan menunjukkan sebuah wadah bulat berisi teh.

Ha Sun sedang bersama Lee Kyu. Lee Kyu menuduh Ha Sun menyembunyikan Dal Rae.

Ha Sun membela diri. "Bagaimana aku bisa meninggalkannya disana?" Dia lalu bertanya apa raja mengijinkannya. Lee Kyu mengangguk.

Ha Sun menarik nafas lega. "Lalu aku harus mulai dengan apa?"

"Kita harus menemukan siapa yang menginginkan kematian raja."

"Jika itu juga berarti menemukan siapa yang membunuh Kye Hwan. Aku juga ingin menemukannya."

Lee Kyu meminta Ha Sun menemui ibu suri setelah sarapan besok.

Ha Sun berjalan menuju kediaman ibu suri. Kata-kata Lee Kyu terngiang di kepalanya.

"Janda raja yang terakhir dan anggota keluarga istana yang paling senior. Jika sesuatu terjadi pada raja, dialah yang akan dipilih sebagai penggantinya. Lakukan apapun yang kau mau. Kalau bisa buatlah pertengkaran besar.

Ternyata So Woon juga hendak mengunjungi kediaman ibu suri. Akhinya raja dan ratu masuk bersama.

Ibu suri berkata bahwa sudah lama raja tidak mengunjunginya. Mungkin dua tahun. "Kamu terlihat lebih sehat dari sebelumnya."

Ratu meminta pelayannya menyajikan teh untuk raja dan ratu. Ha Sun terlihat ragu untuk meminumnya. Dia meminta ijin untuk mengetesnya dulu.

Ibu suri menyangka Ha Sun hanya bercanda. Dia beralih ke So Woon.

"Kalau begitu saya akan meminumnya lebih dulu."

So Woon hendak mengambil gelas tehnya. Ha Sun terkejut melihatnya.





EmoticonEmoticon