Sinopsis K-Drama : The Crowned Clown ( Episode 6 Part 3 )

The Crowned Clown 

Episode 6 Part 3


Sumber konten dan gambar : TVN




Tuan Shin mengahadap Ha Sun. Dia mengaku merasa sengsara karena dia dan anaknya difitnah dan dipermalukan sampai mati hanya karena budak rendahan. Dia menasihati Ha Sun untuk menegakkan keadilan atas nama kesetiaannya pada raja dan demi otoritas istana dan raja.

Ha Sun dengan kesal berkata dengan tegas bahkan berteriak. "Tuan Shin, kau mengaku setia padaku. Tetapi kamu tidak bisa melihat penderitaan orang-orang yang tidak berdaya. Kenapa kamu tidak bisa mendengar penderitaan orang-orang yang tidak bersalah? Kamu bilang budak rendahan? Martabat dan otoritas istana dan raja yang katanya ingin kamu lindungi tidak sebanding dengan nyawa Joo Ho Geol!! Masalah sekecil apapun, aku berjanji tidak akan membiarkannya jika itu membahayakan nyawa rakyat negeriku."

Tuan Shin ndower (hehe). Dia masih mencoba membantah tapi Ha Sun membentak menyuruhnya pergi.

Terlihat Tuan Shin termenung sendiri di ruangannya.


Biksu berjalan memakai caping melewati Dal Rae dan Gab Soo. Gab Soo bertanya apa biksu mau pergi mengambil persembahan. Biksu mengiyakan dan meminta Gab Soo tidak perlu menyiapkan makan malam dan menunggunya saja. Tentu Gab Soo sangat karena biksu akan membawa pulang membawa makanan lezat.

Gab Soo mengajak Dal Rae mencari kayu bakar. Dal Rae menolak karena sepertinya dia punya rencana untuk mengintai rumah Lee Hun lagi. Tapi Gab Soo tidak mau membiarkannya sendirian. Terpaksalah Dal Rae ikut.

Dal Rae duduk menunggui Gab Soo yang sedang mengumpulkan kayu bakar. Dia memainkan sebuah daun sambil berpikir bagaimana caranya lepas dari pengawasan Gab Soo. Akhirnya dia dapat ide. Dia memberi isyarat pada Gab Soo, (karena memang Dal Rae belum bisa bicara lagi) kalau dia kebelet. Dengan berat hati, Gab Soo mengijinkannya pergi.

Dal Rae pergi ke rumah Lee Hun. Dia mendengar seseorang mengaduh dari dalam. Dal Rae mencoba menguping. Lalu dia mengintip lewat lubang di dinding. Dia terkejut hingga membolakan matanya saat melihat orang di dalam yang wajahnya sama dengan kakaknya. Terlihat Lee Hun sedang berusaha melepas ikatan kain di tangannya.


Lee Kyu berjalan melewati pasar. Dia melihat tiga anak pengemis. Dia tersenyum lalu memberi mereka uang dan menyuruh mereka datang ke tempat hiburan.

"Katakan pada mereka Haksan yang menyuruh kalian. Dan makanlah di sana."

Tapi tiba-tiba salah seorang pengemis menusuk perutnya dengan pisau. "Semoga selamat di akhirat. Itu katanya." Para pengemis itu pergi setelah mengambil bungkusan uang Lee Kyu. Lee Kyu ambruk ke tanah.

Ho Geol mengeluh karena Lee Kyu meninggalkannya. Dia melihat beberapa orang berkerumun. Dia mendekati mereka dan terkejut mendapati Lee Kyu yang sedang kesakitan memegangi perutnya.

Ho Geol membawa Lee Kyu ke ruangan Woon Shim. Dia berniat memanggil tabib tapi Lee Kyu mencegahnya. Dia meminta dipanggilkan Jung Sung saja.

Woon Shim tampak cemas. Dia memegang tangan Lee Kyu. "Bertahanlah. Aku akan menyuruh orang untuk memanggil Jung Sung ke sini."

Di istana, Ha Sun terkejut saat Kasim Jo mengabarkan Lee Kyu mengambil cuti.
Jung Sung (ternyata si biksu) datang dan mengobati luka Lee Kyu. Woon Shim membantu mengurus Lee Kyu dengan telaten. Bahkan hingga larut malam, Woon Shim masih menunggui Lee Kyu sambil sesekali mengelap keringatnya.


Ae Young sedang mendadani So Woon. Dia bertanya apa So Woon tidak tidur pulas semalam karena wajahnya pucat. So Woon mengaku hanya merasa sedikit sesak semalam. Dia bercermin lalu tersenyum. So Woon berdiri hendak pergi menemui raja. Tapi tiba-tiba dia merasa pusing. Ae Young memeganginya. So Woon bersikeras ingin pergi. Tapi dia akhirnya ambruk pingsan.

Ha Sun berlari dengan cemas menuju kediaman So Woon. Di sana, So Woon terbaring dengan wajah sangat pucat. Dia membuka matanya dan segera duduk saat melihat ada Ha Sun.

"Maafkan aku Yang Mulia."

"Kenapa kau harus minta maaf?"

"Jangan cemas. Ini hanya demam sementara."

"Jangan bicara. Lebih baik kau istirahat saja."

So Woon tersenyum mendengar perhatian Ha Sun. Dia berbaring lagi dan tertidur. Ha Sun setia menemaninya. Dia melihat wajah So Woon berkeringat dan berniat mengelapnya. Namun Ha Sun mengurungkannya. Dia sadar dia tidak berhak.

Ha Sun bertanya pada tabib tentang kondisi So Woon. Tabib memberitahu kalau kondisi tubuh dan pikiran So Woon lemah. Jika dibiarkan maka akan jadi lebih buruk. Dia menyarankan agar So Woon pergi berlibur. (Aku curiga ini tabib kongkalikong entah sama ibu suri atau Shin Ci Soo)

Ha Sun galau. Kasim Jo bertanya kenapa Ha Sun ragu padahal ini untuk kebaikan ratu. Ha Sun cemas karena Lee Kyu tidak ada. Kasim Jo meyakinkannya kalau Lee Kyu juga akan mengambil keputusan yang sama jika ada di sana.

"Ini kesempatan yang bagus untuk Anda dan ratu." (OHO!!! Kasim Jo ternyata nge-ship Ha Sun-So Won)

Meski ragu, tapi Ha Sun menjawab, "Baiklah."


Dan benar saja, ternyata si tabib itu suruhan Ibu Suri. Dayang ibu suri memberinya sekantong uang. Ibu suri bertanya bagaimana kondisi ratu.

"Sirkulasi darahnya tersumbat dan dia sangat lemah."

Ibu suri menanyakan kemungkinan ratu memberikan calon pewaris pada raja. Tabib ragu, tapi jika kondisinya terus melemah, maka itu tidak mungkin terjadi. Ibu suri tersenyum puas lalu menyuruh tabib pergi.


EmoticonEmoticon